Connect with us

Bontang

Begini Penjelasan tentang Stunting pada Bayi, Menurut Dokter Spesialis Obygn RSUD Bontang

Published

on

Dokter Spesialis Obgyn RSUD Taman Husada Bontang dr Khairul Dalimunthe, SP. OG saat ditemui di ruang kerjanya.

BEKESAH.co, Bontang – Angka kasus stunting atau bayi dengan gizi buruk termasuk tinggi. Saat ini Pemerintah Kota Bontang tengah fokus mengentaskan kasus ini agar menurun sesuai target capaian nasional. Apa penyebab kasus ini cukup tinggi di Kota Taman?

Dokter Spesialis Obgyn RSUD Taman Husada Bontang dr Khairul Dalimunthe, SP. OG menyebut stunting dapat terjadi saat calon bayi berada dalam kandungan.

Menurutnya, stunting merupakan tinggi badan anak yang terlalu pendek yanh tidak sesuai usianya, atau tidak standar pada umumnya. Kondisi stunting ini dapat terlihat saat bayi telah berusia 2 tahun.

“Saat usia bayi mencapai 1000 hari, harus segera diperhatikan perkembangannya,” kata dr Khairul Dalimunthe, SP. OG, saat dikonfirmasi, Jumat (23/11/2023).

Advertisement

Ia mengatakan, faktor penyebabnya, ibu mengalami penyakit tertentu dan asupan makanan kurang bergizi.

Salah satu faktor penyakit yang dapat mempengaruhi kondisi bayi stunting, yakni penyakit anemia atau kurang darah.

Semisal, bu yang mengalami kurang darah akan mempengaruhi pertumbuhan bayi. Otomatis pertumbuhan otaknya pun terpengaruhi.

Tak hanya itu, faktor penyebab asupan makanan kekurangan gizi akan terlihat pada ibu dengan lingkar lengan tak standar.

Advertisement

“Apabila sudah memiliki penyakit dan dicurigai kurang gizi akan diberikan program memeriksa ibu hamil dan pemeriksaan Hemoglobin (HB),” terangnya.

Ia menuturkan, setelah menjalani program pemeriksaan ibu hamil dan menunjukan calon bayi mengalami kondisi stunting, maka akan dirujuk ke dokter anak atau intervensi rehab medik.

Nantinya, akan diperiksa pertumbuhan motorik otaknya sesuai usianya dan asupan gizi.

“Kami hanya memberikan tindakan pada ibu. Kami akan evaluasi setelah menjalani program pemeriksaan ibu hamil,” tandasnya.

Advertisement
Baca Juga  Legislator Kaltim Siap Hadapi Tantangan Pembangunan Infrastruktur di Tiga Daerah

Penulis : Ahmad Nugraha