Connect with us

Bontang

Bawaslu Bontang: Sulit Membedakan Bantuan Berkedok Kemanusiaan

Published

on

BEKESAH.co – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI mengendus potensi kepala daerah memanfaatkan situasi wabah virus corona untuk meningkatkan popularitas. Momen berbagi bantuan sosial seperti sembako menjadi salahsatu perhatian lembaga ini.

“Pemberian bantuan bisa menjadi persoalan. Apakah berlandaskan kemanusaian atau ada tujuan politis? Itu susah dibedakan. Maka harus ada pengawasan ekstra hati-hati dari Bawaslu,” kata Ketua Bawaslu RI Abhan di Jakarta, Minggu (19/4/2020) lalu.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Bontang Agus Susanto mengatakan pernyataan Bawaslu RI itu menjadi peringatan agar para calon kepala daerah jelang pilkada, termasuk petahana, untuk tidak cukup tega memanfaatkan kesulitan warga akibat pandemi.

Namun, ia mengakui jika lembaganya akan kesulitan membedakan semua saluran bantuan yang mengatasnamakan kemanusian.

“Tetap akan kita lakukan pengawasan. Tetapi itu susah dilakukan, karena sulit dibedakan itu bantuan dengan dasar kemanusian atau bantuan untuk kepentingan politis,” ungkap Agus selaku Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Bontang, Rabu (22/4/2020).

Disinggung jika menemukan bantuan yang memuat gambar sosok calon kepala daerah, Agus menilai hal tersebut hakikatnya melanggar aturan. Namun, belum adanya keputusan KPU Bontang terkait calon resmi yang akan bertarung dalam Pilkada menjadi pengecualian.

“Itu sah, karena kita tidak bisa dikatakan melakukan pelarangan. Di Bontang kan belum ada calon resmi yang terdaftar di KPU. Bawaslu punya kewenangan nanti kalau sudah ada calon resmi yang dinyatakan KPU,” jelasnya. (*)

Penulis: Ismail Usman

Advertisement

2022 © Bekesah.co