Connect with us

Bontang

Basri Rase: Potong Gaji Bebankan Pegawai, Padahal Bisa Pakai APBD

Published

on

BEKESAH.co – Setiap PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kota Bontang diinstruksikan mendonasikan sedikit dari gaji bulannya. Dana ini digunakan untuk membantu pemenuhan kebutuhan penanganan dan dampak virus Covid-19 di Bontang.

Dalam edaran Wali Kota Bontang tertanggal 30 Maret 2020, setiap ASN patut berpartisipasi menyisihkan paling sedikit Rp 100 ribu sebagai bentuk kepedulian. Arahan ini mulai diberlakukan pada April hingga Juni 2020 atau selama 3 bulan.

Penggalangan dana kontribusi ASN ini akan dihimpun bendahara masing-masing OPD dan bagi kebutuhan ekonomi masyarakat terdampak wabah. Selain itu juga digunakan untuk membantu memenuhi logistik, perlengkapan, dan obat-obatan para tenaga medis dengan melalui koordinasi Dinas Kesehatan Bontang.

Dalam pandangan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase punya pandangan berbeda. Ia menilai kebijakan tersebut bukan bentuk penggalangan dana melainkan pemotongan gaji yang bersifat wajib dipatuhi.

“Ini bukan seperti penggalangan dana pada umumnya soalnya sifatnya wajib. Jadinya kayak pemaksaan,” kata Basri, Selasa 31 Maret 2020.

Ia menuturkan, pemotongan gaji ini dinilai justru menambah beban pegawai. Dalam pandangan Basri, pemerintah dapat menggunakan APBD Bontang dalam upaya penanganan pandemic Covid-19.

“Ngapain potong-potong gaji pegawai? Kan kita itu punya APBD, kenapa enggak pakai itu saja. APBD kita kan besar,” ungkap Basri.

Dikatakan, penanganan Pendemi covid-19 perlu anggaran besar. Sejumlah kegiatan pemerintah perlu ditunda agar anggaranya bisa dialihkan untuk menambah anggaran penangan yang dianggap masih kurang.

Advertisement

“Semasa pandemi ini banyak kegiatan pemerintah yang pasti terkendala, seperti kegiatan pembangunan dan lainnya. Nah anggarannya itu saja digeser buat menambah anggaran penanganan. Jadi tak perlu potong gaji ASN,” tambahnya. (*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co