Connect with us

Bontang

Basri Rase “No Koment” Ditanya soal Tambang Ilegal

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Pengakuan mantan anggota polisi Ismail Bolong soal setoran tambang ilegal di Desa Santan Ulu belum lama ini mendadak viral. Selain menyebut nama Kabareskrim Polri, bekas polisi berpangkat Aiptu itu juga menyebut nama mantan Kasatreskrim Polres Bontang AKP Suriadi.

Dikonfirmasi soal aktivitas tambang ilegal Wali Kota Bontang Basri Rase tidak ingin berkomentar jauh.

Baca Juga  Ini Sosok Eks Kasatreskrim Polres Bontang yang Disebut Terima Setoran Duit Tambang Ilegal
Baca Juga  Setoran Duit Tambang Ilegal Masuk Kantong Satreskrim Polres Bontang

“No koment, karena kita nggak ada tambang di Bontang,” kata Basri kepada Bekesah Senin (7/11/2022).

Basri menjelaskan, tidak ada lahan tambang di Bontang. “Kita nggak ada tambang di Bontang, soalnya dari luar semua,” ungkapnya.

Terpisah Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan dirinya masih di Balikpapan. Rencananya, Selasa (8/11/2022) besok ia baru bisa dimintai keterangan perihal masalah ini.

Advertisement

“Besok lah jam 9 kita bahas,” katanya.

Kasus tambang ilegal kini tengah menjadi sorotan setelah adanya pengakuan mantan anggota Polri, Ismail Bolong yang sempat mengaku memberikan setoran kepada petinggi Polri untuk mendapat perlindungan.

Ismail Bolong sendiri merupakan pengepul dari konsesi tambang batu bara ilegal di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ia mengaku bisa meraup keuntungan dari pengepulan dan penjualan tambang ilegalnya sejumlah Rp 5-10 miliar setiap bulan, terhitung sejak Juli 2020 hingga November 2021.

Penulis : *Carep Rio Tinto Achmad

Advertisement