Connect with us

Balikpapan

Baru Tiga Bulan, Kecelakaan di Tol Balsam Terjadi 8 Kali

Published

on

BEKESAH.co – Baru sekira tiga bulan beroperasi, tercatat hingga Februari 2020, sudah delapan kali terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

Manager Area Jasa Marga Tollroad Operation (JMTO), Ronny Hendrawan mengatakan, lakalantas teranyar di kilometer 82 pada Rabu (19/02) lalu, dari arah Balikpapan menuju Samarinda.

“Selama diresmikannya jalan tol ini, sudah delapan kali kecelakaan,” terangnya di kutip di laman Tribun, Jumat (21/02).

Ia menjelaskan, ada tiga faktor utama terjadinya lakalantas di tol pertama Kalimantan tersebut. Paling banyak, kata Ronny, terjadi karena kondisi pengemudi yang mengantuk.

“Kemudian, penyebab lainnya adalah kelalaian pengemudi dan kurang antisipasi. Kebanyakan, karena itu. Alhamdulillah, tidak ada satupun korban jiwa lahir dari kecelakaan itu. Mudah-mudahan jangan lah,” tandasnya.

Ditanyakan soal kualitas jalan tol Balsam yang kurang baik menjadi penyebab kecelakaan, Ronny menegaskan, kecelakaan tidak dikarenakan kualitas jalan.

“Rata-rata, terjadinya kecelakaan karena pengemudi mengantuk, kemudian kecelakaan terjadi. Penyebabnya ke situ, bukan karena countur jalan,” jelasnya.

Disebutkan pula oleh Ronny, Atas kejadian ini JMTO menurunkan tiga buah mobil patroli untuk melakukan pengecekan dan pemantauan selama 24 jam di jalan tol Balsam.

Advertisement

“Kami punya tiga mobil patroli. 24 jam melakukan patroli. Kemudian, kami juga mengaktifkan call center untuk memberikan informasi kepada kami. Lalu, kita juga kerap melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Banyaknya spanduk bertuliskan keentuan kecepatan saat melintasi jalan tol, dipaparkan Ronny, perlu menjadi perhatian serius bagi para oengendara saat melintasi jalan tol Balsam.

“Di pintu masuk tol ada spanduk bertuliskan itu. Kemudian, ada juga di titik lainnya. Kecepatan maksimal 80 kilometer/jam untuk kendaraan yang melintas di jalan tol. Kalau mengikuti imbauan itu, maka kecelakaan akan terhindar,” imbuhnya.

“Sebelum melakukan perjalanan, perlu juga diperhatikan dengan benar soal kelengkapan kendaraan aman untuk dikendarai. Mulai dari rem sampai kaki kendaraan dicek,” lanjutnya lagi.

2022 © Bekesah.co