Connect with us

Bontang

Awas Bahaya DBD, Begini Penjelasan Dokter Anak RSUD Bontang

Published

on

Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Bontang dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A saat ditemui diruang kerjanya.

BEKESAH.co, Bontang – Kasus infeksi Demam Berdarah Dengeu (DBD) kian meningkat dalam beberapa bulan terakhir di Kota Bontang.

Uniknya, setiap bulan terjadi peningkatan kasus DBD dalam sepanjang tahun ini. Hal itu terlihat dari jumlah pasien anak yang dirawat di RSUD Taman Husada Bontang.

Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Bontang dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A menuturkan, peningkatan kasus DBD dipengaruhi lokasi Kota Bontang yang berada di area Khatulistiwa.

Sehingga, selalu ada musim hujan sepanjang tahun. Dan tidak ada perbedaan antara musim kemarau dan penghujan. Perbedaan musim ini, tidak seperti di Pulau Jawa atau daerah lain yang berada jauh dari garis Khatulistiwa.

Advertisement

“Pada minggu dan bulan tertentu kasus DBD meningkat, dan dipicu hujan yang terus meningkat. Sehingga terjadi genangan yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk aedes aegepti sebagai vektor DBD,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (27/11/2023).

Atas kejadian ini, ia mengimbau agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan 5M, yakni pertama menguras. Masyarakat dapat menguras tempat penyimpanan air setiap seminggu sekali.

Kedua, menutup. Tutuplah kembali tempayan rapat-rapat setelah mengambil airnya, agar nyamuk Demam Berdarah tidak dapat masuk dan bertelur disitu.

Ketiga, mengganti. Ganti air vas bunga dan pot tanaman air setiap hari. Keempat, Kubur dan buanglah plastik dan barang bekas pada tempatnya, agar sampah tak digenangi air saat turun hujan.

Advertisement

Terakhir, menaburkan. Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras,  taburkan bubuk abate ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. “Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali atau peliharalah ikan di tempat itu,” terangnya.

Baca Juga  Catat! Ini Daftar 3 Kelurahan di Bontang yang Dapat Giliran Pemadaman Air

Tak hanya itu, ia mengatakan, hal lain juga dapat dilakukan oleh masyarakat, seperti membersihkan lingkungan, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan lotion anti gigitan nyamuk.

Kemudian, menggunakan obat nyamuk dan gunakan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk di rumah masing-masing.

“Saat ini sudah tersedia imunisasi untuk mencegah DBD yang bisa diberikan pada anak dan dewasa. Imunisasi usia 6 tahun – 45 tahun. Namun imunisasi ini baru bisa didapatkan dengan biaya pribadi,” tandasnya.

Advertisement

Penulis : Ahmad Nugraha

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG

Advertisement