Connect with us

Bontang

ASN Bontang Diminta Tak Pakai Gas Melon Lagi

Published

on

BEKESAH.co- Program subsidi tabung gas LPG 3 kilogram (kg) hingga saat ini dinilai masih belum tepat sasaran.

Meski sudah tertulis hanya untuk kalangan miskin di bagian tabung gas melon, namun masih masyarakat yang terbilang mampu memilih menggunakan gas 3 kg lantaran harganya yang lebih murah.

Hal itupun mendorong PT. Pertamina meluncurkan program Trade in Bright atau penukaran tabung gas subsidi ke tabung non subsidi Bright Gas 5,5 kg. Program tersebut jadi salah satu upaya agar penggunaan LPG tepat sasaran.

Sudah berlaku di Bontang, Sales Branch Manager 3 PT Pertamina wilayah Kaltimtara Roby Kurniawan mengatakan, ada beberapa kalangan yang menjadi sasaran utamanya. Namun untuk tahap awal yang di gelar 1-6 Januari, pihaknya hanya memprioritaskan ASN di Kota Bontang beralih menggunakan gas non subsidi.

“Sasaran kami menyasar pada CASN, pegawai BUMN, BUMD, pelaku usaha non mikro, seluruh masyarakat berpenghasilan di atas Rp 1,5 juta, dan ASN. Namun untuk trade in tahap awal diprioritaskan untuk ASN dulu. Tapi masyarakat umum juga sudah bisa melakukan,” ujarnya, saat sosialisasi Senin (1/2/2021).

Advertisement

Untuk menukarkan gas melon ke tabung 5,5 kg, lanjutnya, bisa dilakukan di agen resmi.

“Gampang saja tinggal bawa tabung, teknisnya nanti ada di agen. Total agen di Bontang ada dua,” sebut Robby.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Kota Bontang, Asdar Ibrahim membenarkan jika penggunaan tabung gas subsidi di Kota Bontang juga belum tepat sasar.

“Meski banyak yang sudah menggunakan Jargas (jaringan gas), tapi peminat gas melon ini tidak ada penurunan,” terang Asdar.

Menurut data, peredaran tabung gas 3 kg yang digunakan warga Bontang mencapai 123.760 tabung.

Advertisement

Hadirnya program trade in atau penukaran tabung gas dari PT. Pertamina wilayah Kaltimtara tak ayal mendapat dukungan penuh dari Pemkot Bontang.

Baca Juga  Sepekan Lebih, 854 Orang Masuk Bontang Lewat Jalur Darat

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini bisa mengurai pemakaian tabung melon (3 kg),” pungkasnya.(*)

Penulis: Iqbal Tawakkal