Connect with us

Bontang

Antisipasi Penyebaran Virus, 500 Warga Bontang Akan Jalani Rapid Test

Published

on

BEKESAH.co – Dinas Kesehatan Kota Bontang tengah bersiap melakukan rapid test (uji cepat) Covid-19 terhadap 500 orang usai alat uji (rapid test kit) yang dipesan sejak pekan lalu telah siap.

“Kami menyiapkan 1000 alat untuk digunakan kepada 500 orang. Karena untuk satu orang digunakan dua kali uji tes. Dilakukan secara berselang waktu satu minggu,” kata Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam konferensi pers di PSC Bontang, Sabtu (4/4/2020).

Meski telah memulangkan satu pasien positif Covid-19 yang dinyatakan telah sembuh, Neni mengatakan tes diagnostic cepat ini dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran.

“Kita tetap akan mengikuti intruksi pemerintah pusat. Jangan mentang-mentang kota kita bebas dari wabah virus terus kita bisa bebas. Kita tetap akan melakukan antisipasi agar virus itu tidak masuk kembali ke kota kita,” katanya.

Tes diagnostik cepat adalah cara paling efektif untuk tes massal orang-orang yang diduga terinfeksi virus. Tes massal dapat membantu mengetahui level bencana penyakit ini. Hasil rapid diagnoctic test dapat diketahui dalam waktu 10 hingga 15 menit.

Sementara tes standar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dilakukan di laboratorium membutuhkan waktu antara enam jam hingga tiga hari, tergantung jumlah spesimennya.

Meski tes diagnostik cepat belum masuk dalam rekomendasi tes standar WHO, tes ini menunjang pelaksanaan tes massal yang membantu upaya pencegahan penularan penyakit yang lebih luas lagi.

Korea Selatan, Italia, Cina, Inggris, dan beberapa negara telah menggunakan tes massal dan cepat untuk mendeteksi awal kasus-kasus yang kemudian terkonfirmasi positif Covid-19. (*)

Advertisement

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co