Connect with us

Bontang

Angka Pengangguran di Bontang Masih Tinggi, Banyak yang Putus Sekolah

Published

on

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Abdu Safa Muha memaparkan masih banyak warga Bontang yang menganggur.

BEKESAH.co, Bontang – Angka pengangguran  terbuka di Bontang masih tinggi. Persentasenya berada di angka 7,81 persen. Hal ini dikarenakan banyak warga Bontang yang ternyata putus sekolah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Abdu Safa Muha memaparkan masih banyak warga Bontang yang menganggur. Musababnya, banyak warga Bontang yang hanya mengantongi ijazah SD dan SMP. Sedangkan pendidikan yang dibutuhkan untuk memenuhi lowongan kerja umumnya minimal tamatan SMA.

“Bagaimana tidak banyak yang menganggur kalau didominasi oleh alumni SD dan SMP. 8,6 persen dan 16,5 persen. Kalau digabung jadi 25 persen. Sementara untuk alumni SMA hanya sekitar 5 persen saja. Sedangkan dalam satu tahun itu lowongan pekerjaan yang dibuka hanya sekitar 1000,” paparnya saat ditemui redaksi Bekesah di kantor Dinas Ketenagakerjaan, Jalan Awang Long, Selasa (25/7/2023).

Tidak sampai di situ, melihat banyaknya warga Bontang yang hanya sebatas lulusan SD dan SMP, Safa Muha berpendapat jika aturan pemerintah tentang wajib belajar telah gagal. Seharusnya dengan adanya aturan wajib belajar, maka tamatan SMA lebih banyak ketimbang tamatan SD dan SMP. Namun ternyata justru sebaliknya.

Advertisement

“Terus kenapa mereka banyak yang berhenti sekolah? Kalau alasannya karena ekonomi, kan pemerintah bisa membuka lebih banyak beasiswa,” imbuhnya.

Selain menurutnya aturan wajib belajar terbilang gagal, pria berkacamata ini juga mengatakan kalau adanya pendidikan paket saat ini peruntukannya tidak tepat. Sebab banyak anak yang masih usia sekolah tersebut berhenti lantas kemudian melanjutkan pendidikannya melalui jalur paket. Sedangkan menurutnya jalur paket sendiri seharusnya untuk warga yang sudah melewati usia sekolah namun komposisi pendidikannya masih di bawah. Ia berpendapat jika anak masih usia sekolah didapati menempuh jalur paket, anak itu harus kembali ke sekolah formal dan melanjutkan pendidikannya.

Baca Juga  Kerja Totalitas, Nakes Bontang Harap Insentif Tak Dipangkas

Lebih jauh, Safa Muha mengatakan sektor pariwisata memberikan peluang besar untuk tenaga kerja. Sayangnya sektor pariwisata kota Bontang masih belum berkembang pesat. Ia berpendapat ini perlu dibenahi dari hal sederhana terlebih dahulu.

“Menurut saya segi pariwisata kita masih harus belajar banyak dari Bali. Bagaimana wisatawan mau datang lagi kalau pelayanan tidak maksimal? Kalau tidak maksimal, lantas perkembangan pariwisata juga lambat. Ketenagakerjaan dengan pariwisata itu kaitannya sangat erat. Jadi baiknya benahi dari hal sederhana dulu,” imbuhnya.

Advertisement

Selain itu, angka pengangguran tinggi juga musababnya adalah warga yang sudah bekerja tidak melaporkan statusnya. Sementara di data Disnaker masih tercatat sebagai pencari kerja, dalam artian masih menganggur. Angka pengangguran terbuka kota Bontang sendiri tertinggi di Kalimantan Timur. Yakni 7,81 persen. Ini sudah turun dua persen daripada sebelumnya. Namun Safa Muha tidak menampik jika perlu kerja keras untuk menekan angka tersebut.

“Turunnya itu tidak mudah. Kita berusaha lakukan sesuai tupoksi. Dengan adakan pelatihan, pemagangan, sertifikasi. Tapi ya tetap dibutuhkan kesadaran,” pungkasnya.

Penulis : Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

Advertisement

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG