Connect with us

Bontang

55 Tenaga Kesehatan RSIB Yabis Negatif Rapid Tes Covid-19

Published

on

BEKESAH.co – Santer beredar isu selama sorang pasien PDP dirawat di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) Yabis, banyak tenaga medis telah terpapar corona virus disease 2019 atau COVID-19 di RS swasta tersebut.

Bahkan sempat beredar di jagad maya, siaran pesan berantai yang menyebutkan sebanyak 60 tenaga kesehatan RSIB Yabis telah terpapar virus corona.

Kabar itu pun diluruskan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam siaran pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bontang, Minggu (26/4/2020).

Sebanyak 55 tenaga pelayanan kesehatan RSIB Yabis yang menjalani rapid test menunjukkan hasil negatif.

“Hal ini dilakukan hanya untuk deteksi dini dan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di ruang lingkup faskes (fasilitas kesehatan),” ungkap Kadiskes Bontang dr. Bahauddin memperjelas rencana uji cepat yang memang telah dijadwalkan tim kesehatan.

Meski rapid test ini bukan lah jaminan, metode tes hanya untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh, ia menambahkan.

Dr. Bahauddin menjelaskan adanya istilah positif palsu (false positive) dan negatif palsu (false negative). Positif palsu (false positive) artinya hasil tes positif namun, tidak tepat menunjukkan adanya infeksi virus corona, bahkan kemungkinan ada infeksi virus lain.

Sementara untuk negatif palsu (false negative) itu artinya hasil tes tidak menunjukkan adanya reaksi antibodi, padahal virus sudah masuk dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena antibodi baru muncul setelah 6-7 hari setelah terjadinya infeksi virus.

Advertisement

Bahauddin menambahkan, kasus meninggalnya bocah berusia 8 tahun berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19. Ia sempat dirawat selama 18 hari di RSIB sebelum dirujuk RSUD Taman Husada Bontang. Anak berinisial AMSM itu ditetapkan sebagai PDP pada Kamis (23/4), lantaran hasil rapid test positif.

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co