Connect with us

Bontang

5 Warung Legendaris di Bontang, Udah Pernah Mampir?

Published

on

BEKESAH.co– Sepanjang sejarah perjalanan Bontang yang dulunya hanya salah satu kecamatan di Kutai Kartanegara tentu menyisihkan banyak cerita, termasuk warung makanan yang berdiri di era 90-an dan masih tetap bertahan sampai sekarang.

Selain resep masakan yang jadi kunci utama dan diwariskan turun temurun, sajian kuliner di beberapa warung lengedaris di Kota Taman ini juga punya cita rasa otentik loh.

Nah, Kawan Bekesah mau tau warung apa saja yang masih eksis bahkan tetap ramai pengunjung? Berikut 5 warung legendaris di Kota Bontang yang dihimpun Bekesah.co

1. Warung Pojok (Warjok)

Warung Pojok Tanjung Laut (Mail/Bekesah.co)

Siapa sih yang tidak kenal Warung Pojok di Tanjung Laut? Nah, warung makan milik Bu Wahyu Nengsih sudah ada sejak tahun 1983 loh. Tempat makan yang lebih dikenal dengan sebutan Warjok ini  menyediakan nasi campur dan nasi pecel saja. Harganya pun terjangkau, cukup banyar Rp15 ribu sudah bisa kenyang makan nasi campur dan minum es teh.

Menu andalan yang paling banyak dicari di warung ini adalah bothok ati, makanan yang dikemas dengan daun berisi hati ayam berlumur sambel, enak deh. Nah, Kawan Bekesah tau gak kalau Warjok ini bisa menjual sebanyak 300 bungkus nasi campur dalam sehari.

Menariknya, sejak awal berdiri sampai sekarang, Warjok masih menggunakan tungku untuk memasak. Uniknya lagi, selama 37 tahun tidak ada yang berubah dari warung ini.

2. Bastino

Warung Gorengan Bastino Berbas Pantai (Mail/Bekesah.co)

Warung gorengan dan es campur ini tidak boleh hilang dari daftar warung legendaris di Kota Bontang. Sama kayak Warjok, Bastino sudah memeriahkan kuliner di Bontang sejak tahun 80-an. Jadi nama Bastino itu diambil dari nama sang pemilik, Haji Bastino.

Sebelumnya, warung Bastino jadi salah satu korban kebakaran besar yang terjadi di Berbas Pantai tahun 1990. Namun Haji Bastino kembali merintis usahanya setahun setelah peristiwa itu dan masih bertahan bahkan selalu ramai pembeli.

3. Warung Bubur Ayam Wak Haji U’ung

Warung Bubur Ayam Wak Haji U’ung (Mail/Bekesah.co)

Warung bubur ayam Wak Haji U’ung berdiri sejak tahun 1986. Kala itu, Wak Haji U’ung terbilang orang pertama yang berjualan bubur ayam di Bontang. Saat ini, warung yang eksis selama 34 tahun itu dilanjutkan oleh generasi kedua anak dari Haji Wak U’ung.

Keunikan bubur ayam yang disajikan sangat khas dan berbeda dengan bubur ayam lainnya. Perpaduan kuah soto dan empal kentang yang ditabur suiran ayam, ditambah kerupuk emping dan potongan tomat menambah cita rasa bubur ayam Haji U’ung ini.

Bubur ayam Wak Haji U’ung (Mail/Bekesah.co)

Warung bubur ayam ini sempat jadi primadona dikalangan pegawai pemerintahan. Namun, sejak berkantor di Bontang Lestari, pengunjung salah satu tempat makan legendaris ini mulai surut.

4. Warung Makan Pacitan

Warung Pacitan Berbas Tengah (Mail/Bekesah.co)

Warung makan Pacitan milik Bu Sukatmi yang berlokasi di Berbas Tengah ini sudah ada sejak tahun 1984. Menu andalan nasi campur di warung ini sangat digemari karyawan PT Badak LNG, karena selain jaraknya tidak jauh dari kawasan pabrik, nasi campur Bu Sukatmi ini punya cita rasa yang khas di lidah dan tidak bosan makan nasi campur. Tak heran jika warung Pacitan ini selalu menerima pesanan makan siang.

5. Warung Gorengan Tanpa Nama

Gorengan Tanpa Nama Gunung Sari (Mail/Bekesah.co)

Warung gorengan satu ini berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Berdiri sejak tahun 1982, sampai sekarang kedai gorengan ini tak punya nama. Meski begitu, selalu ramai pembeli. Tak hanya aneka gorengan yang dijajakkan, generasi penerus kedua warung ini juga menyediakan beberapa makanan ringan lainnya. Pembeli hanya bisa menikmati gorengan dari warung tanpa nama ini mulai pukul 02.00 siang sampai malam.

Nah, Kawan Bekesah itu dia 5 warung legendaris di Kota Bontang. Kawan Bekesah bisa berbagi informasi di kolom komentar jika tahu warung legendaris lainnya.

Advertisement

 

Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co