Connect with us

Bontang

21 Isu Strategis Dibahas di Rencana Jangka Panjang Daerah Kota Bontang

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kota Bontang tahun 2025-2045 dibahas. Pembahasan RPJPD ini digelar di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Selasa (25/7/2023).

Wali Kota Bontang, dalam sambutannya menyampaikan Bontang adalah kota kecil dengan sederet potensi. Baik itu industri maupun pariwisata. Oleh karenanya, tim tenaga ahli dari Universitas Indonesia didatangkan untuk memberikan pandangan mengenai penyusunan RPJPD yang nantinya menjadi dasar penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam jangka dua puluh tahun ke depan.

“Kegiatan ini sangat penting sebab berkaitan dengan kebijakan kepala daerah. Jangan sampai ke depannya membuat visi misi tidak sesuai dengan RPJPD ini,” ujarnya.

Dalam agenda yang juga dihadiri Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam ini, Basri juga mengatakan pembahasan RPJPD ini secara garis besar mencakup persoalan keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Di mana nantinya mengembangkan segala sektor daerah sebagai penyangga IKN.

Advertisement

“Berbagai isu tadi harus disusun dalam RPJPD. Karena dokumen ini setelah disusun wajib dilaporkan ke kementerian, sebagai tahapan pembuatan RPJPN,” lanjutnya.

Basri meyakini dengan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak, maka lahirnya kebijakan bisa terfasilitasi. Tidak hanya itu, segala rencana dan program Pemkot untuk pembangunan berkelanjutan juga ikut terfasilitasi.

Untuk diketahui, total ada 21 isu yang dibahas dalam agenda tersebut. Di antaranya pertumbuhan dan persebaran penduduk, tingkat pendidikan dan infrastruktur pendidikan, pelayanan kesmas, ketenagakerjaan, dan masalah gender serta perlindungan anak. Di samping itu, dibahas pula persoalan peran pemuda dan prestasi olahraga, pengamalan dan kerukunan beragama, kesejahteraan sosial, pemberdayaan masyarakat, reformasi birokrasi, penegakan hukum, penataan ruang. Termasuk juga perumahan dan permukiman, pelestarian lingkungan hidup, keberlanjutan penghidupan masyarakat lokal setelah pertambangan, pengembangan kawasan wisata berbasis keunggulan lokal, keterkaitan dan peran terhadap IKN, dan isu konektivitas antar wilayah. Isu yang dibahas berikutnya ialah potensi pengembangan sumber daya bahari pelestarian budaya lokal, dan yang terakhir ialah inovasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca Juga  Dinkes Catat 28 Kasus Penderita HIV/AIDS, Bontang Selatan Berisiko

“Isu ini masih bersifat sementara. Belum dikerucutkan. Makanya melalui pembahasan ini akan kami pilah mana yang prioritas. Saya berharap perencanaan pembangunan ini tersusun dengan baik serta berkualitas guna mewujudkan Bontang unggul pada 2045,” tandasnya.

Advertisement

Penulis : Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG

Advertisement