Connect with us

Bontang

Untung Besar dari Curi Besi Tua di Pabrik Dekat Pos 7, Bisa Beli Motor

Published

on

Pabrik eks PT KSB kerap disatroni warga yang mencuri sisa-sisa peralatan pabrik. (Irham Mongilong - Bekesah.co)

BEKESAH.co, Bontang – Insiden warga Loktuan yang tewas akibat tertimpa besi tua di area bekas pabrik PT KSB belum lama ini merupakan buntut dari ramainya aksi penjarahan di lokasi tersebut.

Sumber Bekesah mengatakan, aksi penjarahan sudah cukup lama. Bahkan sejak insiden nahas yang menewaskan warga Loktuan itu, aktivitas penjarahan terus berlangsung.

“Sampai saat ini masih ada suara besi yang berjatuhan. Sempat saya usir, tapi mereka nekat,” ungkapnya.

Dia mengatakan, rata-rata pelaku yang melakukan pencurian adalah warga yang berdekatan dengan area pabrik. Konon, pabrik ini merupakan perusahaan produsen soda milik Tommy Soeharto, putra bungsu mendiang Presiden Soeharto. Namun sejak runtuhnya orde baru, aktivitas pabrik berhenti total.

Advertisement

Sejak tak ada aktivitas, warga di sekitar  melihat ada potensi cuan dari sisa-sisa peralatan pabrik. Dari informasi mulut ke mulut lambat laun warga mulai berbondong-bondong melakukan aksi pencurian mulai dari besi, kabel, dan sejumlah peralatan pabrik.

Kendati aksi pencurian marak dilakukan. Tak ada pengamanan yang dikhususkan di lokasi tersebut. Ditambah ilalang dan semak belukar yang meninggi menambah kemudahan warga yang ingin mencari peruntungan di pabrik yang sudah lama terbengkalai itu.

Untung Besar

Sumber Bekesah mengungkap, aktivitas pencurian besi terus berlanjut karena keuntungan yang didapat cukup besar. Bahkan sepengetahuannya, ada warga yang membeli sepeda motor dari hasil jarahan”Ini sudah jadi rahasia umum warga yang suka ngambil, mas. Ada yang sampai jadikan mata pencaharian karena sampai bisa beli motor,” terangnya.

Advertisement

Dia mengatakan, pundi-pundi yang bisa dikumpulkan dari hasil penjualan besi tua bahkan cukup besar. Dalam sehari, bisa mengumpulkan Rp 1 juta.

Sementara, Irham Mongilong, orang yang ditunjuk sebagai administrator di PT. Kaltim Said Barito (KSB) itu mengatakan, lima tahun pasca berhenti beroperasi, masih ada pemeliharaan di area pabrik. Namun, setelah itu tak ada lagi aktivitas.

Baca Juga  BME Setor Rp 1,1 M, Basri ; Ini Kado Terindah 1 Tahun Kepemimpinan Kami

Ia kerap mendapat laporan pencurian besi tua, di gedung pabrik yang terbengkalai.

Menurut dia, penjagaan tidak bisa terus dilakukan karena pembiayaan penjaga yang terbatas. Ilalang, rumput liar yang tinggi juga penerangan yang tidak diperbaiki, membuat penjagaan hanya dilakukan sesekali.

Advertisement

“Lokasinyanya antara Guntung dan Loktuan situ. Sebenarnya dari pos 7 kan sudah di tutup, tapi kadang masayarakat atau pekerja tetap keluar masuk, manjat, bahkan ada tangganya,” Lanjutnya.

Irham mensinyalir, pencurian besi tua tersebut sudah menjadi penjarahan, di mana pencuri tersebut dilakukan berkelompok dalam jumlah yang banyak.

“Jadi bukan hanya dua atau tiga orang, tapi ramai dan berkelompok, kadang mereka gantian dengan kelompok lain untuk mencuri, bukan hanya besi dari alat-alat pabrik. Bahkan atap aluminium juga diambil, ” ungkap Irham.

Irham mengatakan bahwa ia sudah melapor ke pabrik yang mencakup wilayah tersebut seperti PT. KIE dan Pupuk Kaltim bahkan kepolisian agar dilakukan tindakan, namun belum ada tindak lanjut.

Advertisement

“Saya pernah mengatakan kejadian ini di sosial media, dan ada beberapa orang yang komen kalau saya tidak perlu ikut campur, dan justru di teror,” Jelasnya.

Irham berharap pihak berwajib di sekitar Loktuan seperti Polisi sektor atau Bhabinkamtibmas Loktuan bisa memberi edukasi kepada warga bahwa itu adalah wilayah industri yang tidak boleh dimasuki oleh orang luar, walaupun sudah tidak terpakai tidak pantas untuk mengambilnya.

“Harusnya dari industrinya juga ambil tindakan, karena wilayah tersebut juga dekat dengan gudang Pupuk Kaltim. Takutnya mereka berani sampai sana,” ujarnya.

Penulis : Tim liputan Bekesah.co

Advertisement