Connect with us

Bontang

Ular Sering Masuk ke Rumah Warga Bontang, Ini Cara Atasinya

Published

on

Petugas Disdamkartan melakukan evakuasi ular. (Disdamkartan Bontang)

BEKESAH.co, Bontang – Tidak hanya potensi nyamuk penyebab penyakit, musim hujan juga jadi potensi kemunculan ular. Biasanya ular tinggal di lubang-lubang tanah, tetapi air merendam tempat tinggal mereka sehingga sangat mungkin mereka masuk rumah warga.

Namun pecinta hewan termasuk reptil, Muhammad Ichsan berkata selain tempat tinggal yang terendam, potensi ular masuk rumah warga tinggi akibat beberapa hal.

“Ular mencari tempat nyaman untuk tinggal, yang lembap, banyak makanannya seperti tikus, kadal, katak, nah mungkin di rumah ada barang bertumpuk terlalu lama itu potensi jadi sarang ular. Kemudian habitat ular tergusur dan populasi mereka meningkat karena predator ular enggak ada,” jelas Ichsan.

Lalu, apa yang harus dilakukan kalau ada ular masuk rumah? Simak langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Tak perlu panik.

Advertisement

Ichsan menekankan Anda jangan sampai panik saat menghadapi ular. Kepanikan hanya membuat Anda melakukan hal-hal impulsif yang justru membahayakan diri sendiri.

Terlebih jenis ular yang masuk pun tidak diketahui jenis ular berbisa atau tidak berbisa.

“Cukup perhatikan dari jauh, jangan sampai terlewat mata. Jangan sampai ular pergi, karena kita enggak tahu [ke mana],” imbuhnya.

Di samping itu, Ichsan kemudian menyarankan untuk segera mencari bantuan yang dapat menangani ular secara aman.

“Pertama bisa ke pemadam kebakaran (damkar) terdekat, atau teman-teman dari komunitas reptil terdekat. Yang penting itu ular jangan sampai luput dari mata kita pas ada di dalam rumah sampai bantuan datang. Ini agar pencarian bisa maksimal dan terpusat,” tambahnya.

Advertisement

2. Manfaatkan tongkat panjang atau gagang sapu
Usir ular menggunakan tongkat panjang atau gagang sapu untuk menciptakan jarak aman. Ichsan berkata ini untuk meminimalisir gigitan jika ular yang masuk rumah ternyata ular berbisa. Buka pintu dan giring ular hingga keluar rumah.

Baca Juga  Ini Kata Dokter Anak di Bontang soal Bahaya Konsumsi Mie Instant bagi Si Kecil

3. Garam cuma mitos
Sebagian orang meyakini taburan garam bisa mengusir ular atau mencegah ular masuk rumah. Padahal itu cuma mitos. Ichsan sendiri pernah membuktikannya.

“Saya sempat melakukan tes dan itu tidak berpengaruh, ular tetap lewat-lewat aja. Mau garam satu ton juga ularnya lewat aja,” ujarnya sambil tertawa.

Garam lebih ampuh untuk hewan atau serangga berlendir semisal lintah dan cacing. Ular tidak akan terpengaruh garam.

4. Hindari melempar sesuatu
Biasanya karena panik, orang refleks melempar sesuatu untuk mengusir ular. Namun tindakan ini malah membuat pergerakan ular sulit dipantau.

Advertisement

Ular bahkan bisa defensif. Jika ular yang masuk rumah Anda jenis cobra, tentu ular langsung berdiri dan memamerkan tudungnya.

“Kalau cobra jawa, ini warnanya hitam, punya tudung dan bisa menyemprotkan bisa. Jadi orang kena bisa enggak cuma dari gigitan, bisa semprot dan jaraknya sampai 2 meter. Ini berbahaya apalagi kalau kena mata,” jelasnya.

Kemudian menggunakan semprotan serangga yang umum digunakan pada kecoak juga dirasa kurang ampuh. Pasalnya, Anda harus mendekati ular dan ini jelas berbahaya.

5. Menjaga kebersihan rumah
Tumpukan barang semisal genting yang lama tidak terpakai, kayu, atau barang lain yang lama tidak dipindahkan jadi tempat tinggal favorit ular.

Ular pun tertarik masuk rumah sebab menemukan sumber makanan seperti tikus. Ichsan menyarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan rumah untuk menurunkan risiko ular mampir.

Advertisement

“Kalau misalkan ada barang-barang bertumpuk lama, kalau memang belum sempat dibersihkan, dipindahkan, semprot karbol saja,” katanya.

Ular tidak suka dengan bau wangi atau bau menyengat. Penggunaan karbol dirasa ampuh untuk mengusir ular.