Connect with us

Bontang

Terkendala IT, Disdikbud Bontang Maklumi Guru Berikan PR ke Siswa Via WA

Published

on

BEKESAH.co- Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) saat ini masih mengancam dunia, tanpa terkecuali kota kecil seperti Bontang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus meningkatkan kewaspadaan dan berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Pada 18 Maret lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara proses belajar mengajar di sekolah, dan mengganti kegiatan tersebut di rumah secara online. Namun, KBM berbasis daring itu justri membuat beberapa orang tua kebingungan, lantaran anak hanya diberikan pekerjaan rumah.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin mengatakan, proses KBM online atau belajar di rumah tetap jadi tanggung jawab sekolah dan guru mata pelajaran yang bersangkutan.

“Sesuai surat edaran Kemendikbud, belajar di rumah tidak dituntut penuntasan kurikulum. Tetapi, memberikan pembelajaran yang bermakna kearah pendidikan kecakapan hidup. Di samping itu, KBM di rumah menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Jadi model yang diterapkan sekolah adalah kewenangan sekolah. Disdikbud hanya monitoring saja,” terang Saparuddin saat dihubungi Bekesah.co Senin (30/03/2020).

KBM online dengan metode video conference, lanjutnya, memang sulit untuk diterapkan lantaran tidak semua sekolah memiliki SDM IT.

Sehingga, ia memaklumi aktivitas belajar mengajar dengan memberikan tugas melalui aplikasi pesan WhatsApp jadi pilihan bagi tenaga pendidik. Hal ini juga dianggap memudahkan orang tua untuk memantau dan membimbing anaknya.(*)

 

Penulis : Maimunah Afiah

Advertisement

Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co