Connect with us

Bontang

Target Bontang Zero Waste 2025, Waspadai Dampak Industri

Published

on

BEKESAH.co – Pemerintah Kota Bontang mencanangkan Kota Bontang Bebas Sampah tahun 2025. Komitmen ini tertuang dalam Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) Kota Bontang. Wacana ini kembali digaungkan Wali Kota Neni Moerniaeni dalam Malam Puncak Anugerah Duta Peduli Sampah Bontang, Sabtu (22/2/2020).

Digelar di Rujab Wali Kota Bontang, Neni menegaskan warga Bontang harus bijak dalam penggunaan plastik dalam keseharian.

Ia mengingatkan Pemkot Bontang telah mengeluarkan kebijakan strategis yang menargetkan Kota Bontang Zero Waste atau bebas dari sampah pada 2025.

“Hari ini kita bersama-sama untuk penyadaran menjaga alam. Ketika kita menjaga alam, maka alam menjaga kita. Siapa penggeraknya, kita semua harus menjadi penggeraknya, yang peduli lingkungan ini.”

“Mari kita jaga lingkungan kita, apa yang kita lakukan akan menjadi investasi di akhirat,” ucap Neni.

Penetapan Kota Bontang sebagai kota industri oleh pemerintah pusat tentu membawa dampak degradasi lingkungan. Berbagai macam aktivitas industri berpotensi menurunkan kualitas lingkungan hidup.

“Tetapi perusahaan juga kembali berkomitmen, masyarakat juga berkomitmen untuk melestarikan lingkungan,” tuturnya.

Upaya ini, menurut Neni, dapat menurunkan degradasi lingkungan tersebut. Bontang mampu menjadi kota yang likeable dan kota yang enak ditinggali. Bahkan menjadi kota industri yang maju dan ramah lingkungan serta menjadi kebanggaan nasional.

Advertisement

Ditambahkan Muhammad Saipul, Founder Komunitas Peduli Sampah Kota Bontang, pihaknya mendukung visi pemerintah daerah itu. Ia bersama komunitas terus mengkampanyekan kesadaran lingkungan bagi generasi milenial.

“Kami akan selalu melakukan aksi gerakan pungut sampah di berbagai daerah di Kota Bontang,” sebutnya.

Ia berharap di peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh 21 Februari ini, kesadaran generasi muda akan sampah terus meningkat. Saipul merancang sinergi gerakan sosial dan entrepreneurship dalam pengelolaan sampah dapat diwujudkan.

“Kami akan berada di posisi social entrepreneur dan bank sampah berbasis aplikasi yang dibuat Komunitas Peduli Sampah serta bisa digunakan tahun 2020 ini,” tutupnya. (*)

Penulis: Maimunah Afiah

2022 © Bekesah.co