Connect with us

Bontang

Sumur Warga di Tanjung Laut Diduga Tercemar Bahan Bakar Minyak

Published

on

BEKESAH.co – Selama beberapa hari terakhir, warga RT 23 Kelurahan Tanjung Laut di Kecamatan Bontang Selatan diserang aroma tidak mengenakkan yang muncul dari sumur umum setempat. Warga curiga, terjadi pencemaran lingkungan yang berasal dari SPBU tak jauh dari sumur di kawasan tersebut.

“Sudah empat hari dan menyebabkan bau tidak sedap,” ujar Ibrahim, pemuda setempat yang selama beberapa hari ini intens memantau kondisi sumur, Rabu (29/4/2020).

Selama itu pula ia mendapati warna air sumur yang berubah hijau kebiruan dan cukup pekat. Ketika dihirup, bau bahan bakar minyak yang tercium.

Ibrahim atau Baim mengatakan, sejak empat hari pula warga sudah tidak bisa menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Kurang lebih ada enam KK atau 25 warga setempat yang biasa memanfaatkan sumur itu, ia menambahkan.

Kekhawatiran yang lebih besar, dapat memicu kebakaran karena air sumur diduga mengandung bahan mudah terbakar dan cukup dekat dengan dapur rumah warga.

“Posisi sumur dekat dapur warga bisa berakibat kebakaran,” kata pegiat lingkungan itu.

Baim menjelaskan, diduga sudah pernah terjadi kebocoran yang berimbas pada sumur tersebut. Pun pengelola SPBU telah mendapatkan keluhan dari warga sehingga dilakukan pengurasan sumur.

“Pihak pom bensin sudah ke sini dan hanya menguras sumur saja, setelah itu gak ada tindak lanjut lagi,” pungkasnya.

Advertisement

Akibatnya, sumur yang biasa dikonsumsi untuk keperluan masak dan mandi bagi warga sekitar untuk sementara belum bisa digunakan. Terpaksa, warga mengambil air di Kampung Baru.

Sementara ini, Kelurahan Tanjung Laut dan Polsek Bontang Selatan menjaga kawasan sumur agar tetap steril selama penyelidikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang juga disebut telah mengambil sampel air sumur untuk diteliti pagi tadi. (*)

Penulis : Maimunah Afiah

2022 © Bekesah.co