Connect with us

Bontang

Sidak 16 Apotek, Penimbun Masker di Bontang Nihil

Published

on

BEKESAH.co- Sejak virus Corona menyerang Indonesia, banyak oknum yang memanfaatkan momentum ini untuk menimbun masker dan menjualnya kembali dengan harga tinggi.

Mencegah aksi itu terjadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar pelaku yang kedapatan menimbun masker ditindak tegas.

Hal inilah mendasari Polres Bontang mengambil langkah inisiatif menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah apotek yang tersebar di Kota Taman pada Jumat (6/3/2020) kemarin.

Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena didampingi Satreskrim Polres Bontang mendatangi 16 apotek. Sasaran pertamanya Apotek Karunia 3 yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Saat ditanya, Apoteker Karunia 3, Adrianti mengatakan sudah lama tidak menyetok masker dengan alasan dari distributor pun kosong.

” Sudah 2 bulan kami kosong pak, mulai dari bulan Januari,” ucap Adrianti saat ditanya oleh petugas sidak.

Sembari memastikan, petugas sidak Satreskoba melakukan penggeledahan ke gudang penyimpanan. Hasilnya nihil, tidak ditemukan stok masker di apotek tersebut.

Lanjut ke apotek kedua di lokasi yang sama yakni Kimia Farma. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan apotek sebelumnya. Apoteker Idzun Riadiani Kristi mengatakan di apotek Kimia Farma sudah tidak menjual masker mulai dari akhir Januari lalu karena dari distributor juga kosong.

Advertisement

Namun, hal berbeda terjadi di tempat sidak ketiga, yakni Apoteker Karunia 2 di Jalan MT Haryono Kelurahan Bontang Baru Kecematan Bontang Utara.

Di apotek tersebut tersedia masker sebanyak 30 kotak yang dijual per 5 lembar dengan harga Rp 30 ribu. Pengakuan dari asisten Apoteker Karunia 2, Amalia Ayu Febrianti, masker tersebut dibeli secara online.

“ Saya beli online pak. Ada teman yang nyariin di Samarinda. Satu kotak kami beli seharga Rp 260 ribu,” ujar Amalia.

Sedangkan 13 Apotek lainnya yang tersebar di wilayah barat dan selatan Kota Bontang juga kondisinya sama, apotek tidak menyetok masker. Terkait harga, rata-rata dibanderol Rp 6ribu per lembar.

Kapolres Bontang AKBP Boyke (kanan) memaparkan hasil sidak di Polres Bontang (Maimunah/Bekesah.co)

“ Memang betul keberadaan masker di Kota Bontang masih minim. Masih yang masih menyediakan, tapi tidak dijual per dus, melainkan per plastik yang diisi 3 lembar masker,”

“Kami sudah sampaikan, kalau masker re-stock, jangan dijual dengan harga melebihi standar artinya mengambil keuntungan terlalu besar. Kemudian membatasi jumlah pembelian konsumen,” jelas Kapolres Boyke usai sidak.

Penulis : Maimunah Afiah

2022 © Bekesah.co