Connect with us

Bontang

Muslimin Berharap Larangan Mudik Warga Bontang Dikawal Ketat

Published

on

BEKESAH.co – Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin berharap pemerintah benar-benar mengawal kebijakan larangan mudik Lebaran saat pandemi Covid-19. Sebab kebijakan tersebut dinilai sudah tepat. Mengingat, dari beberapa pengalaman, saat ada libur pendek dan masyarakat banyak yang berlibur, justru terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Politisi Golkar itu meminta supaya pemerintah mengawasi secara ketat. Agar setelah Lebaran nanti tidak terjadi lojakan kasus Covid-19 di Bontang. Sehingga proses percepatan pemulihan ekonomi tidak tergangggu dan bisa lebih fokus.

“Saya berharap ASN maupun masyarakat pada umumnya untuk tidak mudik lebaran tahun ini,” imbau Muslimin, Sabtu (3/4/2021).

Imbauan itu bukan tanpa alasan. Sebab itu dilakukan pemerintah terkait dengan perjalanan waktu saat-saat seperti sekarang yang belum menunjukkan hasil penurunan yang signifikan.

“Kita sudah melihat ada liburan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat beberapa hari berturut-turut itu dan ternyata setelah liburan kasus Covid-19 naik lagi,” sambung Muslimin.

Advertisement

Politikus dapil Bontang Barat ini berharap masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan agar kasus baru Covid-19 bisa ditekan.

“Masyarakat harus menghindari adanya suatu kerumunan pertemuan. Dan kegiatan-kegiatan yang di luar ketentuan protokol kesehatan karena dikhawatirkan dapat meningkatkan lagi jumlah kasus Covid-19 daripada mereka yang terpapar,” tegas dia.

Kendati demikian, pihaknya juga mengapresiasi capaian kinerja Satgas Bontang yang berhasil menurunkan kasus baru Covid-19 di Bontang. Sepekan ini perlahan-lahan melandai.

“Memang ada penurunan tapi kan harapannya lebih baik lagi, kalau kemudian lebaran ini masyarakat banyak yang berkumpul dengan keluarga dan sebagainya, akhirnya berakibat seperti liburan-liburan pendek yang lalu, bisa mengakibatkan melonjaknya orang yang terpapar,” pungkasnya.

Penulis : Asriana

Advertisement
Baca Juga  Lokasi Layanan Uji KIR di Bontang Masih Simpang Siur