Connect with us

Bontang

Mengenal Panti Asuhan Aisyiyah Bontang, Berdiri Sejak 1991

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Panti Asuhan ‘Aisyiyah merupakan salah satu panti tertua di Bontang. Eksistensinya di Kota Taman sudah sejak tahun 1991. Terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Bontang Utara, rumah yatim ini merupakan bagian dari Yayasan Muhammadiyah.

Berdirinya panti asuhan putri ini dulunya dipelopori oleh para pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bontang. Dari Muhammadiyah di antaranya Umar, dan Burhanuddin, sedangkan dari ‘Aisyiyah yakni Chairunnisa, Nurhayati Tappa, dan  Thoha Bakri. Saat ini, panti tersebut diketuai oleh Rukmawati.

Rukmawati mengatakan total anak yang bermukim di panti saat ini sebanyak 32 orang. Dari keseluruhan, anak termuda berusia 6 tahun dan yang tertua 18 tahun. Masing-masing anak memiliki latar belakangnya sendiri. Ada yang berstatus yatim, piatu, yatim piatu, ada pula yang ditelantarkan.

“Sebagian ada yang titipan dinas terkait seperti Dinas Sosial, ada juga yang dibawa keluarganya. Tapi prioritasnya anak-anak yatim, piatu dan yang terlantar,” ujarnya saat ditemui, Jumat (18/8/2023).

Advertisement

Diceritakan Rukmawati, panti pernah menerima anak korban kekerasan keluarga yang masih membawa trauma. Seiring berjalannya waktu, perilaku anak tersebut malah membawa dampak buruk ke teman-temannya. Ia pun tak punya pilihan lain, sehingga pihak panti pun menyerahkan anak tersebut ke Dinas Perlindungan Anak untuk mendapatkan penanganan khusus. Itulah alasannya saat ini Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah lebih selektif dalam menerima anak asuh.

“Karena jangan sampai kami selamatkan satu anak, tapi anak yang lain rusak. Itu kami tidak mau,” ungkap wanita yang sudah mengepalai panti selama 4 tahun.

Tak sedikit ada juga anak yang dibawa untuk dititipkan lantaran terdesak masalah finansial. Terlebih bagi orang tua tunggal.

“Dititipkan di sini karena sang ibu atau ayah bekerja, sehingga khawatir kalau anaknya ditinggal. Sebisa mungkin kita bantu, tapi menitipkan anak ke panti adalah langkah terakhir. Karena biar bagaimanapun kami menyayangi mereka, tapi tetap beda rasanya kasih sayang dari keluarga,” ungkapnya.

Advertisement
Baca Juga  (Dilema Honorer) Sudah Mau Diputus, Bakal Diawasi Ketat Pula

Selama tinggal di panti, anak-anak akan dibekali dengan ilmu agama, pendidikan formal, dan pembekalan skill. Sehingga saat usia 18 tahun, mereka sudah punya modal untuk hidup mandiri.

“Untuk pengasuhan sampai umur 18 tahun. Tapi dari apa yang mereka hadapi, kadang kala pendidikan mereka sempat terhenti atau mereka lambat sekolah. Mereka tetap jadi anak asuh sampai lulus SMA. Ada juga yang biar sudah lulus SMA masih bermukim untuk mengabdi di sini. Itu jadi pembina untuk adik-adiknya dan mereka juga mengisi waktu ada yang bekerja atau kuliah di Bontang,” ujarnya.

“Nah kalau dia kuliah di Bontang dan bermukim di sini, kita upayakan beasiswa. Tapi kalau misal mereka dapat rezeki kuliah di luar bontang, sebelum dia keluar itu tetap ada bekalnya mereka. Makanya selama jadi anak asuh di panti, mereka selain sekolah dan belajar ilmu agama juga ada pembekalan skill salah satunya menjahit,” sambungnya.

Ia bersyukur banyak alumni pengasuhan yang kini hidup mandiri dan berhasil meniti karier. Beberapa di antaranya ada yang bekerja di rumah sakit, perusahaan swasta, menjadi guru, ada pula yang mengabdi ke yayasan.

Advertisement

“Alumninya ratusan karena kan sudah berdiri selama 30 tahun. Alhamdulillah banyak yang berhasil. Ada juga alumni yang menjadi donatur. Semoga anak-anak ini nanti bisa berdiri di atas kakinya sendiri, berhasil baik di dunia dan akhirat,” harapnya.(*)

Penulis: Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG

Advertisement