Connect with us

Bontang

Menanti Sekolah Dibuka Tahun Depan, Orang Tua: Sudah Capek Rasanya

Published

on

BEKESAH.co- Kebijakan pemerintah membuka kembali kegiatan sekolah tatap muka di seluruh zona risiko penularan Covid-19 mulai Januari 2021 jadi kabar yang dinantikan orang tua siswa di Kota Bontang.

Beberapa orang tua menyuarakan hal serupa. Kewalahan menghadapi pembelajaran daring. Apalagi sudah berjalan sekira delapan bulan.

Rencana pembelajaran tatap muka di awal 2021 dinilak menjadi solusi bagi para orang tua dengan keresahan yang sama, yaitu tak dapat membimbing anak-anak secara efektif.

Suasana belajar yang berubah drastis, yang awalnya di sekolah lalu harus dilakukan di rumah, membuat para orang tua kesulitan karena harus membimbing pelajaran yang tak dipahami.

Advertisement

Seperti yang dirasakan Masniah. Orang tua dari siswa kelas 6 Sekolah Dasar(SD) ini mengaku sudah sangat lelah dan sangat setuju jika kegiatan belajar mengajar di sekolah diaktifkan kembali.

“Sudah capek rasanya, karena kita tidak mengerti apa pelajarannya. Jadi saya sangat setuju jika sekolah kembali dibuka, biar anak-anak bisa sekolah seperti biasa lagi,” terangnya.

Menurutnya, belajar di rumah membuat kedisplinan anaknya dalam belajar menjadi berkurang, karena kebiasaan kebiasaannya di sekolah yang tak lagi dilakukan.

Masniah, salah satu orang tua siswa SD di Bontang

“Anak itu jadi gak disiplin. Yang harusnya mereka bangun pagi untuk sekolah, ini bangunnya siang. Ngerjakan tugas juga jadi gak teratur, karena bawannya mau main terus. Kurang konsentrasi jadinya,” paparnya.

Hal sama pun dirasakan Sumarni. Orang tua siswa kelas 5 SD ini mengatakan sudah sangat siap jika sekolah kembali dibuka di awal tahun nanti.

Advertisement

“Insya Allah siap, karena saya juga tidak sanggup ngajarin anak-anak, gak mengerti pelajarannya. Intinya pengin anak-anak cepat masuk sekolah,” ujar Sumarni.

Baca Juga  Cerita Guru SLB Negeri Bontang, Kudu Bujuk Siswa Biar Mau Belajar

Pun terhadap situasi pandemi seperti ini, tak membuatnya lantas resah jika pembelajaran tatap muka dibuka.

“Saya pasrah aja. Serahkan semuanya sama Allah SWT, karena pandemi ini sepertinya akan terus ada, tapi anak-anak ya harus tetap sekolah. Tinggal bagaimana sekolah bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Saliyah, orang tua siswa kelas 5 SD ini pun turut memberi solusi agar pembelajaran tatap muka nanti bisa tetap menjalankan protokol kesehatan.

Advertisement

“Ya saya setuju banget kalo sekolah dibuka lagi. Mungkin bisa nanti sekolah itu menerapkan shift untuk siswanya sesuai jumlah. Misalnya 1 hari 7-10 siswa, jadi pembelajaran bisa berlangsung dengan aman,” pungkasnya.(*)

Penulis: Annisa Hashifah