Connect with us

Bontang

Mau Balik ke Pondok, Pemkot Bontang Juga Gratiskan Rapid Test Santri

Published

on

BEKESAH.co– Meski sudah menerapkan pola kehidupan baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Salah satunya rutin gelar Rapid test massal. Kali ini sasarannya, calon mahasiswa baru. Lantaran surat hasil pemeriksaan jadi syarat wajib bagi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Kebijakan itu dibuat untuk mengurangi beban biaya orang tua karena harga yang harus dibayar untuk pemeriksaan cepat mahal.

Selain itu, jadi bahan screening Gugus Tugas Covid-19 Bontang dikalangan pelajar.

Advertisement

“Anak muda seperti mereka (calon mahasiswa) ini mobilitasnya sudah kemana-mana. Sering ngumpul di cafe pastinya. Jadi jangan sampai mereka membawa virus ke kota tujuan ataupun ke dalam rumahnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Bahauddin, Senin (6/7/2020).

Jika hasil screening didapati ada yang reaktif, tim gugus bakal melanjutkan pemeriksaan swab.

Kata Bahauddin, bukan hanya calon mahasiswa yang difasilitasi tes Rapid gratis. Beberapa juga santri yang kembali mondok di pesantren luar Bontang.

“Kemarin (5/7) sudah 200 santri yang ikut tes. Dari Gontor dan pulau Jawa. Hari ini santri dari Mangkoso Barru. Mereka juga diwajibkan bawa surat keterangan non reaktif Covid-19,” pungkasnya.

Advertisement

Untuk diketahui, Pemkot Bontang menggelar Rapid test gratis sejak Jumat (3/6/2020). Tim Gugus Tugas bekerja sama dengan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bontang (Kapasisbon). Kegiatan digelar di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.(*)

Penulis : Maimunah Afiah

Baca Juga  Guru, Pedagang Pasar dan Ojek Online Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid Tahap Dua