Connect with us

Bontang

Kuasa Neni Terbatas, SMKN 2 Bontang Tetep Masuk Sekolah

Published

on

BEKESAH.co – Melalui Surat Edaran terkait pencegahan sebaran Covid-19 atau corona, Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menginstruksikan agar sekolah diliburkan selama 14 hari atau dua pekan terhitung 18 Maret mendatang.

Meski demikian, sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK/MAN masih belum mengambil keputusan menghentikan sementara kegiatan belajar-mengajarnya.

Menurut UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda), disebutkan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pendidikan setingkat SD/SMP. Sedangkan pemerintah provinsi bertanggung jawab atas pendidikan setingkat SMA/SMK.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bontang Mardiyanti mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapat intruksi dari Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk meliburkan KBM bagi SMA sederajat.

“Kami hanya mengacu pada kebijakan Disdik Provisi, bukan kebijakan daerah. Kemungkinan tidak ada libur dalam waktu dekat ini. Khusus untuk SMK kan dari 16 Maret hingga 19 Maret sedang UNBK. Masa mau ditunda?” sebut Mardiyanti,
Senin (16/03/2020).

Ia menyebutkan, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasisi Komputer (UNBK) tetap diadakan dengan cacatan tetap mengantisipasi pencegahan virus corona dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Hal ini sesuai instruksi dan kebijakan Disdik Provinsi Kaltim.

“Prosedur yang dimaksudkan itu, dengan menyediakan fasilitas seperti tempat cuci tangan di setiap ruangan, mensterilkan seluruh fasilitas yang digunakan saat UNBK, serta meliburkan siswa yang kena flu atau sejenis lainya,” tuturnya.

Dengan demikian, arahan Wali Kota Bontang untuk membawa ke rumah aktivitas belajar ke rumah hanya berlaku bagi siswa SD-SMP. Selama belum ada surat resmi dari Pemprov Kaltim, maka pihak sekolah SMA sederajat masih diminta melakukan kegiatan seperti biasa namun menerapkan upaya pencegahan dan antisipasi Covid-19 di sekolah. (*)

Advertisement

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co