Trending

Kisah Pemilik Kebab Baba Rafi yang Mendunia, Habiskan Masa Kecil, dan Remaja di Bontang

BEKESAH.co, BONTANG – Siapa yang tak kenal kebab Baba Rafi, pionir kebab nomor satu di Indonesia ini kian memantapkan bisnisnya. Di bawah naungan PT Baba Rafi Indonesia atau kerap disebut Baba Rafi Enterprise, tumbuh berbagai jenis bidang bisnis yang semuanya sama-sama besar.

Baba Rafi Enterprise membawahi bidang bisnis antara lain Kebab Turki Baba Rafi, Container Kebab, Ngikan, Cakeinian, Aura Dermatologi, Nyapi, Nyayap, hingga Forresthree Coffea.

Kebab Babarafi sendiri sudah memiliki cabang di 10 negara. Ke-10 negara tersebut antara lain Indonesia, Malaysia, Filipinan, Sri Lanka, Brunei Darussalam, Bangladesh, Belanda, Singapura dan India. Total Hendy telah membuka 1.300 cabang di berbagai negara.

Tapi tahukah siapa pemilik dari Kebab Turki Baba Rafi ini dan bagaimana sejarah berdirinya hingga mampu meluas se Indonesia bahkan ke mancanegara.

Tak banyak yang tahu, kalau Kebab Turki Baba Rafi, sukses dari tangan dingin pemuda bernama Hendy Setiono.

Hendy Setiono lahir di Surabaya pada 30 Maret 1983 dari pasangan Bambang Sudiono dengan Endah Setijowati.

Masa kecilnya ia dihabiskan di Surabaya, kemudian pindah ke Bontang.

Pendidikan SD-nya ia habiskan di Bontang, Kalimantan Timur.

Hendy bersekolah di SD Vidatra Bontang pada kurun 1989-1992, dan tamat di Twinbrook Maryland Elementary School, Amerika Serikat pada 1994.

Kemudian, pendidikan SMP-nya ia kembali ke Bontang. Memilih bersekolah di SMP Vidatra Bontang pada kurun 1994-1997. Pendikan SMA-nya ia habiskan di Surabaya.

Setamatnya dari SMA, ia kuliah di ITS Surabaya, namun pada semester empat, ia keluar karena ia membuat bisnis kebab.

Bisnis yang Hendy geluti terinspirasi dari perjalanannnya ke negara Qatar, tempat di mana ayahnya bekerja pada perusahaan minyak di sana.

Ia menemui banyak penjual kebab dan ia menuju penjual kebab yang sangat ramai pengunjungnya.

Setelah memakan kebab tersebut, ia terbesit pikiran untuk membuka usaha kebab tersebut di Indonesia.

Pada September 2003, gerobak jualan kebabnya beroperasi di Nginden Semolo, tak jauh dari kampus dan rumahnya.

Bersama Hasan Baraja, temannya, ia memodifikasikan rasa dan ukuran kebabnya agar lebih cocok dengan orang Indonesia.

Dengan modal Rp 4.000.000,- pinjaman dari adik perempuannya, ia berjualan kebab dengan seorang karyawan.

Ingin lebih penuh dalam menjalankan bisnis, ia harus berhenti kuliah.

Kedua orangtuanya tidak setuju jika anak sulungnya keluar dari bangku kuliah untuk melakukan bisnis dan menganggap proyeknya hanya sebatas iseng.

Namun, dalam hati ia membuktikan kelak ia akan berhasil.

Pada tahun 2005, usaha kebabnya sudah diwaralabakan dan pendirian PT Baba Rafi Indonesia sebagai pemegang merek dagang Kebab Turki Baba Rafi.

Saat ini, gerai miliknya sudah mencapai lebih dari 1000 di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Penulis : Ahmad Nugraha

Tags

Related Articles

Back to top button
Close