Connect with us

Bontang

Kepala Dinkes Bantah 112 Petugas RSUD Bontang Jalani Rapid Test Gara-gara Pasien PDP Covid-19 Meninggal

Published

on

BEKESAH.co- Kasus meninggalnya bocah berusia 8 tahun yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 mendadak senter diperbincangkan. Berbagai isu pun mulai mencuat di media sosial.

Salah satunya soal 112 petugas medis di RSUD Taman Husada yang mendadak melakukan rapid test usai pasien PDP itu wafat. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, dr. Bahauddin secara tegas menapik kabar tersebut.

“Soal 112 tenaga medis yang di-rapid test, imbas dari pasien PDP yang meninggal itu tidak benar. Jadi pada 23 April kemarin, alat rapid test tiba di RSUD Bontang. Dan memang sudah direncanakan untuk melakukan rapid test terhadap tenaga medis di sana (RSUD Bontang),” ujar Bahauddin, lewat video conference bersama awak media, Sabtu (25/4/2020) petang ini.

Baca juga: Anak Berstatus PDP Alami Gagal Napas dan Akhirnya Meninggal di RSUD Bontang

Hanya saja, lanjutnya, dihari yang sama pasien rujukan dari RSIB Yabis itu menghembuskan nafas terakhirnya di ruang IGD RSUD Taman Husada. “Jadi kebetulan saja,” sambungnya.

Sebelumnya, warga Bontang kembali dihebohkan dengan kabar meninggalnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona virus disease 2019 (Covid-19).

Pasien tersebut diketahui merupakan anak laki-laki berusia 8 tahun, yang bermukim di kawasan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memaparkan, anak berinisial AMSM itu telah ditetapkan sebagai PDP pada Kamis (23/4), lantaran hasil rapid test positif.

Advertisement

“Jadi anak yang meninggal hari ini adalah PDP baru yang kami umumkan kemarin, dengan keterangan tidak memiliki riwayat perjalanan, namun ada kontak dengan anggota keluarga pelaku perjalanan,” papar Neni lewat keterangan tertulis, Jumat (24/4/2020).

Kata Neni, anak tersebut merupakan pasien yang rutin berobat di poli anak dengan epilepsi dan anak berkebutuhan khusus.

Baca juga: Berstatus PDP, Jenazah Bocah yang Meninggal di RSUD Bontang Dimakamkan di Bontang Lestari

Orang tua AMSM lalu datang ke RSIB Yabis pada 6 April dengan membawa rujukan dari salah satu klinik di Bontang. Pihak rumah sakit pun telah melakukan screening sesuai prosedur pintu masuk, pintu rawat jalan dan rawat inap.

“Karena terus mengalami perburukan, kemarin (23/4) dirujuk ke RSUD Taman Husada. Pasien diterima di IGD. Kondisinya mengalami penurunan kesadaran dan gagal nafas,” jelasnya.

Petugas medis kemudikan melakukan rapid test pada AMSM dan juga kedua orang tuanya. Namun, hasil tes cepat itu menunjukkan bahwa ia positif, sedang kedua orang tuanya negatif Covid-19 berdasarkan rapid test.(*)

 

Penulis: Maimunah Afiah

Advertisement

2022 © Bekesah.co