Kembalikan Formulir Paling Pertama, Slogan Milenial Religius jadi Modal Aswar

Anak muda milenial

BEKESAH.co – Bakal calon wakil wali kota Bontang, Muhammad Aswar, mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon wakil wali kota ke kantor DPD II Golkar, Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Jumat (3/1/2020). Aswar mengembalikan formulir ditemani timnya yang kompak  berjalan kaki dari restoran grill Ichigatsu sampai kantor DPRD II Golkar.

Aswar menjadi orang yang pertama mengembalikan formulir ke partai berlambang pohon beringin itu. Ini sekaligus menepis kasak-kusuk informasi yang beredar di publik tentang  keseriusanya. “Banyak yang bertanya-tanya serius kah Aswar maju. Saya ingin tegaskan, dan saya buktikan bahwa saya serius dengan mengembalikan formulir ini,” katanya kepada awak media.

Baca juga:  Aswar Optimistis Dongkrak Suara Millenial jika Dipilih Neni
Muhammad Aswar bersama tim mengembalikan berkas formulir pendaftaran. (Ismail Usman/BEKESAH.co)

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang mengenakan peci hitam dan kemeja biru muda itu mengungkapkan, keinginan maju sebagai calon wali kota dengan tagline “Milenial Religius”, sebagai perwujudan representatif generasi muda yang berlandaskan iman dan taqwa.

“Saya lahir di tahun 80-an yang artinya, saya adalah bagian dari kelompok milenial. Selain itu saya juga lulusan pondok pesantren,” tegasnya.

Baca juga:  Safari Politik ke Redaksi BEKESAH.co, Ini Gagasan Aswar soal Ekonomi Kreatif

 


Dia menjelaskan, milenial dan religius bisa menjadi komposisi yang baik agar generasi muda terutama yang ada di Bontang bisa terbentuk menjadi pribadi- pribadi yang antusias, cerdas, dinamis, aktif dan kreatif  di dalam bingkai nilai- nilai religi.

“Mengingat bahwa kaum muda milenial saat ini adalah pondasi utama kemajuan daerah ke depan, maka dari itu saya berharap ketika saya terpilih nanti sebagai wakil bunda Neni di pilkada mendatang saya bisa menjembatani berbagai aspirasi kaum-kaum muda milenial,” ujarnya.

Karenanya kata dia,  ke depan harus ada ruang-ruang publik yang nyaman bagi kaum milenial. Semisal akses internet yang cepat, ruang-ruang pertemuan yang siapa pun bisa memakainya untuk kepentingan edukasi, mengupayakan penyiapan fasilitas olah raga di lingkungan pemukiman, pembangunan sirkuit, pelatihan-pelatihan yang berbasis IT dan teknologi.

Sejauh ini, kata Aswar komunikasi dan dukungan dengan tokoh masyarakar terus berdatangan. Begitu pula dengan komunitas-komunitas yang digawangi anak muda. Selain itu, komunikasi politik dengan Partai Golkar juga sudah dilakukan. Dirinya pun akan mengikuti prosedur yang berlaku. (mal/adv)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close