Connect with us

Bontang

Kasus Kekerasan Anak di Bontang Melonjak, Diduga Gegara Corona

Published

on

BEKESAH.co– Tindak kekerasan anak di Kota Bontang, mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang mencatat ada 70 lebih kasus tindak kekerasan pada anak per Juli 2020.

Kepala DPPKB Bontang, Bakhtiar Mabe mengaku peningkatan ini telah melampaui catatan kasus tahun sebelumnya.

Disebutkan Bakhtiar, dari catatan DPPKB ada 40 kasus yang terjadi di 2019.

Advertisement

“Tahun ini meningkat banyak. Beda tahun lalu,” kata Bakhtiar kepada Bekesah.co Selasa, (21/07/2020).

Badai Covid-19 yang melululantahkan perekonomian masyarakat, menurutnya adalah salah satu faktor penyebab presentase tindak kekerasan pada anak meningkat.

“Iya, kemungkinan karena corona. Ekonomi orang yang lagi susah. Ditambah lagi enggak ada kerjaan, terus kadang anak lagi bandel. Nah itu bisa emosi tak stabil,” terang Bakhtiar.

Ia juga menambahkan, selama wabah corona, ada banyak kegiatan sosialisasi terpaksa harus dibatalkan. Hal itu diakibatkan adanya kebijakan yang melarang kegiatan mengumpulkan massa skala besar.

Advertisement

Sosialisasi pembinaan terhadap orang tua sementara dilakukan secara mobile dan virtual.

“Akibat corona sosialisasinya kurang efektif, karena tidak tatap muka. Jadi pembinaan untuk tim di kelurahan kita sistemnya imbauan mobile. Kalau pertemuan biasanya virtual,” tutupnya.(*)

Penulis: Ismail Usman

Advertisement
Baca Juga  Bocah di Kilo 3 Bontang Dihajar Ayahnya, Ibu Rela Dipukuli Karena Alasan Ekonomi