Connect with us

Bontang

Kasus Covid Malah Melonjak, Siswa Bontang Batal Masuk Sekolah

Published

on

BEKESAH.co- Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang diwacanakan 4 Januari mendatang ditunda.

Lagi-lagi, pelajar Bontang harus menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Kebijakan itu diambil, lantaran situasi pandemi Covid-19 belum juga membaik. Justru sebaliknya, kasus terus melonjak beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Saparuddin mengatakan, belum ada estimasi waktu sampai kapan pembelajaran tatap muka akan di tunda. Tentunya, hingga kasus positif di Bontang menurun.

“Belum tau sampai kapan mba, yang jelas kita masih menunggu jumlah kasus positif menurun,” ujarnya saat dihubungi Bekesah.co, Sabtu (2/1/2021).

Untuk diketahui, jumlah kasus positif di Kota Bontang hingga Jumat (1/1/2021) mencapai 1.883 kasus dengan penambahan pasien baru 18 orang.

Advertisement

Selain itu tercatat pula, 10 pasien yang sembuh sehingga persentase angka kesembuhan mencapai 81,9 persen. Dan pasien meninggal berjumlah 32 orang.

Pemberitaan sebelumnya, satuan pendidikan sudah diberi lampu hijau gelar pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021.

Diberikan kewenangan menentukan, Pemerintah Kota Bontang menyatakan siap membuka kembali aktivitas pembelajaran di sekolah.

“Bontang kita lagi mempersiapkan. Insya Allah Januari kita tetap buka,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Saparuddin saat dihubungi Bekesah.co, Rabu (25/11/2020).

Namun pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap. Kelas yang diperkenankan masuk Januari mendatang, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) adalah kelas 5 dan 6. Sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 8 dan 9.

Advertisement

“Itupun kita masih menunggu persetujuan orang tua, karena yang paling pokok itu, persetujuan orang tua,” katanya.

Kendati bagi orang tua yang setuju, anaknya bisa belajar kembali seperti biasa di sekolah. Sedangkan bagi wali murid yang tidak setuju, bisa kembali melakukan pembelajaran jarak jauh atau secara daring.

Baca Juga  Masih Darurat Corona, Pelajar Bontang Bakal Belajar di Rumah Hingga 21 April

“Kita tidak bisa memaksa, nanti juga kita evaluasi setiap 2 bulan sekali,” ujarnya.(*)

Penulis : Maimunah Afiah

Advertisement