Connect with us

Bontang

Jaga Ketahanan Pangan dan Budaya, PKT Diapresiasi Staffsus Presiden

Published

on

BEKESAH.co – Kinerja PT Pupuk Kalimantan Timur mendapat apresiasi oleh presiden Joko Widodo. Apresiasi itu disampaikan langsung Staff Khusus Presiden,  Sukardi Rinakit saat bertandang ke Pupuk Kaltim, Selasa (28/6/2022).

Pupuk Kaltim dinilai berkontribusi menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan dunia.

“Presiden Jokowi pernah mengatakan kepada saya bahwa negara kita akan tertinggal oleh negara-negara lain dan tidak bisa bersaing kalau ketahanan pangannya tidak kuat,” kata Sukardi.

Ketahanan pangan akan kuat lanjut dia, salah satunya kalau produksi pupuknya juga bagus. Karena itu Presiden Jokowi sangat menaruh perhatian terhadap produksi dan distribusi pupuk.

Advertisement

Sukardi juga menyampaikan apresiasi terhadap PKT yang telah ikut berkontribusi terhadap kelestarian budaya di Indonesia. PKT dinilai telah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para seniman di Indonesia dengan berbagai aktifitas yang melibatkan para pegiat seni dan budaya di Indonesia, mulai dari menyelenggarakan kegiatan seni bersama hingga didirikannya Galeri Seni PKT sebagai wadah apresiasi atas karya seni dari pelukis ternama.

“Ini yang luar biasa dari PKT, ikut menjaga seni budaya, ini langka dimiliki oleh yang lain, harus dipertahankan,” kata Sukardi.

Didampingi Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit beserta rombongan Tim Komunikasi Presiden juga menyempatkan untuk berkunjueng ke Mitra Binaan TJSL PKT di Loktuan, yakni kelompok Tani Teluk Bangko dan Kelompok Makrifah Herbal.

Rahmad menyampaikan, PKT berkomitmen mendukung cita-cita Presiden Jokowi yang menginginkan Indonesia melakukan hilirisasi produk, sehingga kedepan Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah. Indonesia diharapkan tidak menjadi negara yang terjebak middle income trap karena fokus ekspor bahan mentah.

Advertisement
Baca Juga  Jelang Lebaran, Pasokan Pangan Aman Meski Harga Alami Kenaikan di Bontang

“Memang membutuhkan proses dan investasi yang besat, namun hilirisasi itu bisa menjadi nilai tambah hingga 30 kali lipat,” tutur Rahmad.

Penulis : Humas Pupuk Kaltim