Connect with us

Ekonomi

Indonesia Bakal Jadi Uni Emirat Arab Kedua Jika Biodiesel Capai 100 Persen

Published

on

BEKESAH.co – Jika berhasil menerapkan penggunaan biodiesel hingga mencapai B100 atau 100 persen, Indonesia diyakini bisa menjadi Uni Emirat Arab kedua.

Indonesia tidak akan tergantung lagi pada kurs minyak. Kondisinya sama dengan Brasil yang tidak terganggu krisis bahan bakar dari luar karena memiliki etanol.

Keyakinan itu disampaikan Komite Teknik Direktorat Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Abdul Rochim.

Di sisi lain, kendala utama dalam menggunakan bahan bakar biodiesel baik itu B10 hingga B100 adalah dampak negatif pada mesin. Sifatnya yang mudah menyerap air menyebabkan korosi sehingga perlu perawatan ekstra.

Abdul Rochim mengatakan penggunaan biodiesel harus dibarengi dengan penanganan yang benar. Oleh karena itu, pemerintah telah membuat petunjuk pemakaian yang harus diikuti.

Baginya, biodiesel memiliki keunggulan dapat diperbarui karena merupakan energi terbarukan. Sementara cadangan minyak fosil yang ada di Indonesia pasti bakal habis.

“Sementara populasi manusia makin banyak, produksi makin tinggi. Nah solusinya melalui renewable energi ini,” kata Abdul Rochim di Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

Abdul mengakui biodiesel lebih mahal. Tidak seperti minyak yang dikeruk dari lapisan tanah dan tinggal dibor, energi ramah lingkungan butuh proses panjang. Akan tetapi produk akhirnya sama. Oleh karena itu, mau tidak mau biodiesel harus diterapkan.

Advertisement

Memang, lanjut Abdul, kendalanya adalah belum cocoknya antara biodiesel dengan mesin. Akan tetapi dia yakin nantinya akan ada teknologi yang mengatasi itu.

“Kalau berhasil misalnya sampai B100, kita bisa jadi Uni Emirat Arab kedua. Kita tidak tergantung sama kurs minyak. Sama kaya Brazil. Dia mau krisis [dari luar] tidak peduli. Karena dia punya etanol,” jelas Abdul.

 

Sumber: Bisnis

2022 © Bekesah.co