Connect with us

Bontang

Ikhtiar Mengubah Kebiasaan Lama Belajar di Sekolah

Published

on

BEKESAH.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang bersama Tanoto Foundation menggelar Pelatihan Praktik Baik bagi segenap kepala sekolah, tenaga pengajar atau guru hingga pengawas pendidikan di Hotel Grand Mutiara Kota Bontang, Kaltim, Kamis (13/2/2020).

Terhitung delapan SMP negeri maupun swasta yang mengikuti kegiatan ini. Di antaranya SMP Negeri 06 Bontang, SMP Negeri  07 Bontang  dan SMP N 09 Bontang. Kemudian Mts Muhammadiyah 1 Bontang, Mts Al-Ikhlas Bontang, Mts DDI Bontang, SMP YKPP Bontang dan SMP Bahrul Ulum.

Sementara itu, tercatat 60 tenaga pendidik dari mata pelajaran IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris datang sebagai peserta.

Agenda yang digelar Disdikbud Bontang bekerjasama Kementerian Agama Kota Bontang ini menghadirkan fasilitator dari ketiga unsur di atas. Teacher Specialist Jenjang SMP/Mts dari Tanoto Foundation, Agus Prihantoro, mengatakan pelatihan dibagi dua gelombang hingga 19 Februari mendatang.

“Kami memiliki enam fasilitator MBS dan 10 fasilitator untuk Pembelajaran Aktif. Dari Pembelajaran Aktif ini yang semuanya dari unsur guru,” ujar Agus di sela pelatihan.

Ia menjelaskan, Kelas Pembelajaran Aktif bermaksud mengubah metode pembelajaran antara guru dan siswa. Jika kerap ditemui kelas belajar didominasi guru maka metode ini mencoba memberikan peran lebih banyak kepada siswa.

Teacher Specialist Jenjang SMP/Mts dari Tanoto Foundation, Agus Prihantoro. (Foto: Mae/BEKESAH)

“Dengan demikian, guru tidak lagi mendikte para siswanya dalam proses pembelajaran di kelas.”

“Sekali lagi, konsen pada pelatihan ini fokus. Bagaimana meningkatkan guru untuk pembelajaran yang beralih pada guru-sentris kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa,” tegas Agus.

Selain mengenal modul Pembelajaran Aktif, setiap guru akan diterjunkan untuk mempraktikkan metode ini ke sekolah yang telah ditentukan Tanoto Foundation. Pihaknya juga akan terus memantau sejauh mana peserta atau guru mampu mengimplementasikan teori tersebut.

Advertisement

“Mereka akan membuat skenario pembelajaran, mengadopsi dari unit-unit  yang ada terkait pembelajaran. Hari Sabtu mereka akan ada praktik mengajar di sekolah yang sudah kami tentukan. Sekarang mereka berlatih dulu, kemudian besok membuat skenario pembelajarannya,” ujar Agus

Program pengajaran ini, sambungnya, memfokuskan output pada kualitas ketimbang kuantitas. Diharapkan delapan sekolah yang memiliki kesempatan mengikuti pelatihan ini mampu menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain.

“Jika para stakeholder, baik pemerintah maupun non-pemerintah melihat dan merasa program ini baik, sekolah juga berubah, bisa ditularkan. Itu skemanya, sehingga kami berfokus pada kualitas bukan kuantitas,” jelas Agus.

Penulis : Maimunah Afiah

2022 © Bekesah.co