Harga Telur Ayam di Pasaran Anjlok, Ini Penyebabnya

BEKESAH.co – Pedagang pasar akui telur ayam terus menerus mengalami penurunan harga. Setidaknya sudah berlangsung selama empat minggu terakhir ini.

Diakui Pedagang Pasar Citra Mas Lok Tuan, Sawiana, telur yang berasal dari Sulawesi yang dia jual, harganya turun hingga Rp 8 ribu per piringnya, biasanya dia menjual Rp 50 ribu, sekarang Rp 42 ribu. Penurunan harga itu terjadi mulai akhir Agustus lalu.

Sedangkan harga satuannya, setiap butir telur dijual Rp 1.600 untuk ukuran besar sedangkan ukuran kecil dibandrol Rp 1.200.

“Harga telur yang kecil Rp 38 ribu, biasanya saya jual Rp 43 ribu,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya, Senin (20/9/2021).

Salwiana juga mengatakan, walaupun harga telur turun tidak membuat minat beli masyarakat meningkat dan pendapatan pun tidak berpengaruh juga, sebab dirinya menjual disesuaikan dengan harga beli dari supplier.

Namun, lanjutnya, yang sangat terbebani yakni peternak telur ayam, pasalnya harga pakan ayam terbilang mahal. Namun hasil ternakannya dijual murah.

“Kasian peternaknya, disana (Sulawesi) sudah ada yang gulung tikar juga bahkan ayamnya pada dipotongin,” ucapnya.

Sementara dikonfirmasi ke Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani mengatakan faktor penyebab anjloknya harga telur di pasaran yakni distribusi lancar dan persediaan telur banyak. Namun yang jadi problem adalah minat masyarakat tidak naik, cenderung tetap.

Walaupun begitu, Debora tidak menyayangkan hal tersebut, justru dirinya bersyukur harga telur turun, sebab itu yang diharapkan pihaknya.

“Sebagai konsumen saya bersyukur, itu juga jadi harapan kami, jadi masyarakat tidak terbebani juga,” ungkapnya.

Penulis : Maimunah Afiah

Related Articles

Back to top button
Close