Connect with us

Bontang

Guru-guru Kembali WFH, Disdikbud Bontang: Silahkan Diatur

Published

on

BEKESAH.co- Lonjakan kasus positif dan transmisi lokal membuat beberapa pekerja was-was. Seperti tenaga pendidik di SDN 009 Bontang Utara.

Pasalnya, meski sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online diterapkan, tenaga pendidik tetap bekerja di sekolah.

Tak ayal, peningkatan kasus yang drastis membuat pihak sekolah memutuskan kembali bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Benar, kami WFH lagi. Terlebih bagi guru-guru yang tinggal berdekatan dengan lokasi yang diduga terkait erat dengan transmisi lokal,” ungkap Dwi Septy Maysaroh Fauziah, salah satu pendidik di SDN 009 Bontang Utara.

Kata dia, hal itu sudah diterapkan sejak 12 Agustus hinggal waktu yang belum ditentukan. Namun, pihak sekolah tetap menjadwalkan piket guru. Sehingga, jika ada wali murid memiliki kepentingan di sekolah, tetap mendapat pelayanan.

Advertisement

“Protokol kesehatan tetap kita terapkan. Kita tetap berusaha kegiatan belajar mengajar berjalan dengan kondusif,” ujarnya.

Terpisah. Dikonfirmasi mengenai pemberlakuan kembali WFH, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparudin mengatakan, kebijakan itu sepenuhnya menjadi wewenang dari setiap satuan pendidikan.

“Kemarin sudah kita sepakati dari Disdik itu, kalau dari surat edaran wali kota, jam kerja diatur oleh kepala satuan. Silahkan diatur. Kalau ada suami-suaminya yang positif di PKT minta janganlah turun. Karantina dulu 14 hari. Yah bisa juga shift-shiftan, silahkan diatur dengan baik,” terang Saparudin.

Pun demikian, dia berharap tidak ada klaster yang bersumber dari tenaga pendidik.

“Jangan sampai nanti sumbernya dari kita. Memang penyakit ini bukan barang aib sih yah. Tapi stigma orang. Harus kita jaga itu. Silahkan kepala satuan yang di lapangan aturlah dengan baik, supaya tidak ribut. Yang terpenting pelayanan wali murid terlayani dengan baik,” tuturnya.(*)

Advertisement

Penulis : Maimunah Afiah

Baca Juga  e-Beasiswa Bontang Sering Diretas, Hacker Mau Curi Data Mahasiswa ?