Connect with us

Bontang

Gegara Corona, DAU Bontang Dipangkas Rp 25 Miliar

Published

on

BEKESAH.co- Kondisi pelemahan ekonomi nasional berdampak luar biasa terhadap kondisi ekonomi daerah. Terlebih bagi Kota Bontang yang masih bergantung suntikan dana dari pemerintah pusat. Jatah dana transfer daerah merangsek turun, salah satunya Dana Alokasi Umum (DAU).

Semula, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis, besaran DAU yang bakal dialokasikan untuk Kota Bontang sebesar Rp 257,115 miliar. Namun, semenjak ada pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19), DAU untuk kota gas dan kondensat ini hanya dijatah Rp 231,143. Melayang Rp 25,972 miliar.

Bukan hanya dipangkas, Kementerian Keuangan pun membuat syarat pencairan DAU Mei 2020. Harus mengirim laporan penyesuaian APBD 2020. Semakin lambat pemerintah daerah menyusun laporan realokasi dan refocusing APBD untuk penanganan Covid-19, semakin lambat pula uang itu ditransfer.

“Alhamdulillah, Kota Bontang tidak ada masalah. DAU sudah ditransfer 30 April kemarin. Walaupun dipotong, tapi kita bersyukur sudah ditransfer,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bontang, Amiluddin kepada Bekesah.co, Minggu (3/5/2020).

Ia menyebut, DAU yang telah masuk ke kas daerah sebesar Rp 17, 739 miliar. Beberapa dana transfer yang diterima, kata dia, selain untuk penanganan Covid-19, juga untuk membayarkan gaji PNS dan tenaga honorer di lingkungan Pemkot Bontang.

“Termasuk kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana, dan tidak kena rasionalisasi, Insya Allah akan kita bayarkan. Kecuali yang sudah di-nol-kan, ya mohon maaf lahir batin. Mungkin bisa menunggu di perubahan (APBD-Perubahan),” tandasnya.(*)

Penulis: Ismail Usman

Advertisement
Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co