Connect with us

Bontang

(Dilema Honorer) Sudah Mau Diputus, Bakal Diawasi Ketat Pula

Published

on

BEKESAH.co -Tenaga honorer atau pegawai berstatus kontrak dan sejenisnya menjadi sorotan di tengah kebijakan pemerintah pusat menghapus tenaga honorer, termasuk Kota Bontang.

Anggota Komisi I DPRD Bontang, Raking, menegaskan kepada Badan Kepegawaian dan Peningkatan SDM (BKPSDM) Kota Bontang untuk mengawasi tenaga honorer yang sering melalaikan pekerjaannya.

“Ada keluhan dari masyarakat, kalau di sekitar wilayah Pasar Rawa Indah banyak tenaga honorer yang kerjanya hanya nongkrong,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi I bersama BKPSDM Bontang, Kamis (6/2/2020).

Atas temuan tersebut, anggota dewan yang baru terpilih pada Pileg 2019 lalu ini mendesak pemerintah melakukan sidak ke PS Rawa Indah.

“Kebetulan saya juga tinggal dekat di sekitar pasar,” beber Raking.

Sekretaris BKPSDM Bontang Aji Said M. Mahdy mengakui tenaga honorer di lingkungan Pemkot Bontang paling banyak bertugas di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap pasar.

“Kami tidak tahu pasti alasannya (banyak terlihat di sekitar pasar). Karena Pasar Rawa Indah dalam tahap penyelesaian, kemungkinan tenaga honorernya banyak ditugaskan di sana,” kata Aji Said. (*)

Penulis: Ismail Usman

Advertisement

2022 © Bekesah.co