Connect with us

Bontang

Di Bontang Saat Ini, Ada 3 Usaha Paling Sering PHK Karyawannya

Published

on

BEKESAH.co – Ekonomi kian terguncang kala wabah virus corona merubah neraca daerah terhadap pendapatan. Sejumlah sektor harus menghentikan sementara roda usahanya. Sebagian lainnya bahkan merumahkan maupun memotong karyawan hingga terpaksa tutup permanen.

Sektor usaha perhotelan dan restoran disebut yang paling terdampak. Larangan orang bepergian dan anjuran untuk di rumah selama pandemi membuat sektor ini ikut “sakit-sakitan”. Tidak jarang, keputusan memangkas jumlah karyawan alias Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) jadi pilihan pengusaha.

Kasi Pencegahan Penanganan Pemutusan Hubungan Kerja Industrial Disnaker Bontang Anang Prasetio mengatakan, menurut data sementara pihaknya menyebutkan angka PHK dari sektor perhotelan dan restoran memuncaki deretan sektor yang terbanyak.

“Yang banyak di-PHK sesuai data terakhir, memang kebanyakan karyawan seperti hotel, restoran, dan perusahaan catering,” sebutnya, Jumat (10/4/2020).

Padahal, Disnaker Bontang terus mengimbau seluruh perusahaan maupun pemberi kerja untuk tidak serta merta memutuskan karyawannya. Ketimbang PHK, sejumlah alternatin lain sebagai solusi untuk tetap bertahan bisa diambil, Anang menambahkan.

“Khusus untuk sektor itu (hotel, rumah makan dan catering), sebaiknya karyawannya dirumahkan saja lah. Jangan di-PHK,” kata Anang.

Sementara itu, Pemerintah Pusat melalui pemerintah daerah menyiapkan distribusi Kartu Pra-kerja bagi mereka yang menjadi korban PHK akibat wabah Covid-19.

(Baca: Pekerja Bontang Kena PHK Segera Setor Data Diri)

Advertisement

Pemerintah pusat melalui Menteri Ketenagakerjaan memutuskan mempercepat dan memperluas target penerima Program Kartu Prakerja kepada para pekerja yang di-PHK dan pekerja yang dirumahkan tapi tidak menerima upah (unpaid leave) terdampak pandemi Covid-19.

Komponen pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja terkait, diminta melakukan pendataan di wilayahnya masing-masing. Kemudian melaporkannya ke Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co