Connect with us

Bontang

BW Tolak Wacana Bagi-bagi HP Gratis untuk Pelajar

Published

on

BEKESAH.co- Wacana pemberian smartphone ke siswa menghadapi pembelajaran sistem daring dinilai kurang tepat. Baik sekolah maupun anggota dewan.

Wasikin, pengajar di SMP Negeri 1 Bontang salah satunya. Ia sebenarnya mendukung niat Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memfasilitasi siswa menghadapi pembelajaran jarak jauh, terlebih disaat pandemi.

Hanya saja, ponsel itu bukan diberikan. Tapi dipinjam. Jadi inventaris sekolah yang siap dipakai ke siswa yang membutuhkan.

“Kalau HP itu diberikan kepada siswa, maka setelah lulus nanti akan mereka bawa,” ucap Wasikin saat pertemuan dengan Komisi I DPRD Bontang di SMP Negeri 1 Bontang, Senin (13/7/2020).

Advertisement

Lain halnya jika diberikan kepada sekolah. Maka, sekolah punya hak mengambil kembali ponsel tersebut jika dirasa sudah cukup digunakan satu siswa. Bisa dipinjamkan ke siswa lain.

“Sama kayak buku, digunakan pada saat pembelajaran saja,” lanjutnya.

Sementara, anggota Komisi I DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menentang wacana tersebut. Menurutnya, bantuan tersebut akan menimbulkan resistensi dikemudian hari ketika mekanisme atau sistem yang dilakukan tidak tepat sasaran.

“Contoh, bagaimana menghitung presentase 30 persen siswa yang tidak mampu. Kan subjektif. Saya sepakat kalau memang itu bisa diformulasi oleh pemerintah, itu bisa diberikan kepada sekolah untuk jadi aset. Sedangkan untuk paket datanya akan dibicarakan bersama oleh pemerintah secara bijak,” jelas legislator yang akrab disapa BW.

Advertisement

Sebelumnya, Wali Kota Bontang, Neni Moerneani mewacanakan pemberian smartphone kepada siswa tidak mampu. Hanya saja belum bisa direalisasikan, lantaran saat ini momentum Pilkada. Apalagi ia juga kembali berkontestasi dalam pesta demokrasi tahun ini.

“Bantuan semacam itu tidak diperbolehkan, jadi untuk kedepannya, karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi akan berakhir,” ucap Neni, usai menggelar rapat di gedung Command Center, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga  Penunggu Pasien Rawat Inap Ditarik Biaya Rapid, RSUD Bontang Dinilai Lakukan Kegiatan Bisnis

Meski begitu, ia akan tetap mendata para siswa yang benar-benar membutuhkan ponsel sebagai sarana pembelajaran sistem daring. Wacana itu berangkat dari keprihatiannya mendengar keluhan beberapa tenaga pendidik.

“Kabarnya ada beberapa orang tua yang terpaksa harus ke sekolah, menemui guru-guru supaya bisa tetap belajar. Itu kan kasihan. Makanya, mekanismenya seperti apa nanti kita bicarakan,” lanjut Neni.

Advertisement

Ia juga menekankan, bantuan ponsel tersebut tidak merata dibagikan ke semua pelajar se-Kota Bontang. Hanya beberapa siswa yang betul-betul tidak mampu saja yang dijatah.(*)

Penulis : Maimunah Afiah