Connect with us

Bontang

Biaya Operasional Covid di RSUD Bontang Nunggak Rp 458 Juta, Insentif Nakes Ikut Tersendat

Published

on

BEKESAH.co- Pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang mengalami penunggakan.

Penunggakan insentif tersebut terjadi di tahun 2020 periode September hingga Desember. Nominalnya mencapai Rp 266 juta.

Periode 22 September hingga 21 Oktober 2020, setidaknya ada 39 nakes yang belum menerima insentif. Nilainya mencapai Rp 81,4 juta.

Kemudian, bulan berikutnya kembali terjadi penunggakan. Ada 32 nakes yang terdata belum mendapatkan haknya. Totalnya mencapai Rp 29 juta.

Advertisement

“Itu periode 22 Oktober – 31 Oktober. Di periode 1 November hingga 31 November tercatat ada 38 orang lagi. Nilainya mencapai Rp 77,7 juta,” ungkap Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Bontang, Muhammad Syahbirin dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Bontang, Senin (1/3/2021).

Selanjutnya, periode 1 Desember hingga 31 Desember sebanyak 38 nakes yang belum menerima insentif. Besarannya mencapai Rp 78 juta.

Tidak hanya insentif saja, beberapa biaya operasional juga mengalami penunggakan. Seperti, biaya pemulasaran dan biaya akomodasi (makan/minum) nakes di RSUD Bontang.

RSUD Bontang mencatat, biaya pemulasaran nunggak mencapai Rp102 juta dengan 20 kejadian pasien meninggal. Kemudian biaya akomodasi nunggak tercatat sebanyak Rp 89 juta. Sehingga kisaran biaya operasional penanganan Covid-19 tahun 2020 yang belum terbayarkan mencapai Rp 458 juta.

Advertisement

“Kami masih menunggu anggaran 2021 setelah nanti refocusing,” ucapnya.(*)

Penulis : Maimunah Afiah

Baca Juga  Dijatah Rp 5,359 Miliar, Dana BLT Paket Sembako di Bontang Utara Tersisa Rp 64,3 Juta