Connect with us

Bontang

Batik Terumbu Karang Khas Bontang Diluncurkan, Rustam Beri Apresiasi

Published

on

BEKESAH.co – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam mengapresiasi k pelaku UMKM, khususnya para pengrajin batik yang sudah melakukan inovasi untuk menambah ragam batik di Kota Taman ini.

Teranyar, Batik Terumbu Karang yang digarap oleh UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) Tim Penggerak PKK Kelurahan Belimbing, Bontang Barat. Batik itu pun sudah resmi dipasarkan di Kota Bontang.

Rustam mengatakan sangat bangga dengan kreativitas masyarakat Bontang. Para pengrajin tersebut, berkontribusi menambah karakteristik dan mengenalkan Bontang ke luar daerah.

Tidak menutup kemungkinan batik-batik yang dipasarkan menjadi salah satu referensi cenderamata bagi para pengunjung, baik orang yang sedang dinas ataupun para turis lokal yang hendak rekreasi di Bontang. Bertambahnya batik, harapannya membantu pertumbuhan ekonomi di masyarakat Kota Bontang.

Advertisement

“Itu bisa jadi pilihan oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halaman mereka. Solo itu terkenal dengan batiknya, Bontang juga harus bisa,”ujarnya saat dihubungi Bekesah.co, Kamis (7/7/2022).

Diketahui, Pemerintah Kota Bontang baru saja meresmikan Batik Terumbu Karang, pada Rabu (6/7/2022) kemarin di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Kini, selain Batik Beras Basah dan Kuntul Perak, Terumbu Karang juga menjadi salah satu produk unggulan. Adapula batik yang lain seperti, Batik Mutiara Kalimantan, Batik Etam, Batik Daun Jajar dan masih ada beberapa lagi batik Bontang yang bisa bersaing dipasaran.

Goresan canting dari para pengrajin menceritakan tentang keindahan dan kekayaan biota laut yang dimiliki Kota Bontang. Sebab itulah elemen kehidupan laut selalu ditampilkan diantara goresan abstrak. Mulai dari batu karang, rumput laut, bintang laut, hingga ikan.

Advertisement

Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengatakan, lahirnya program ini berawal dari kebijakan pemerintah terkait penggunaan batik lokal bagi pegawai. Kebijakan itu dianggap sebagai salah satu ceruk pasar. Ditambah lagi pemkot telah menggelar pelatihan membatik.

Baca Juga  Rp 5,6 Miliar untuk Gedung Uji KIR Sementara, Faisal: Cukup atau Tidak?

“Hasil dari melihat peluang dan pelatihan itu ditindaklanjuti dengan pembentukan UP2K batik ini,” kata Dwi.

Penulis : Maimunah Afiah

Advertisement