Connect with us

Nasional

Batan Periksa 9 Warga di Area Limbah Radioaktif Cs-137

Published

on

BEKESAH.co – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berhasil mengangkut 34 drum yang berisi tanah yang mengandung zat radioaktif Cs-137 di lingkungan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Banten.

“Jadi, posisi saat ini adalah 27 drum yang sudah dibawa ke PTLR (Pusat Teknologi Limbah Radioaktif) ditambah 7 drum yang sekarang sedang diangkat,” kata Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara, di Serpong, Minggu (16/2).

Heru menjelaskan, tanah yang mengandung zat radioaktif akan dibawa ke Batan untuk diidentifikasi lebih lanjut. Proses tersebut dilakukan guna mengetahui apakah paparan radioaktif melebihi batas atau tidak.

Ia menambahkan proses pengangkutan tanah yang mengandung zat radioaktif akan dilanjutkan kembali pada keesokan hari. “Rencananya besok akan dimulai, sama seperti tadi. Jadi, kita kumpul di sini pukul 08.30 WIB. Kira-kira pukul 09.00 WIB mulai kerja lagi,” ujar dia.

Lebih lanjut, kata dia, secara paralel Batan juga melakukan whole body counting (WBC) pada sembilan orang warga perumahan tersebut, untuk mengetahui dampak radiasi.

Sementara, Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan mengatakan serpihan yang menjadi sumber radioaktif sudah ditemukan dan diamankan pada 7-8 Februari lalu.

Sumber radiasi berasal dari sejumlah serpihan yang ditemukan di area tanah kosong di samping lapangan voli blok J, Perumahan Batan Indah tersebut sudah dibersihkan sejak Sabtu (15/02) lalu, bekerja sama dengan Batan.

Ia menjelaskan ada beragam dampak negatif apabila tubuh manusia terpapar radioaktif tinggi dan dalam waktu lama. Namun, efek dari radioaktif tersebut hanya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Advertisement

“Bahayanya untuk radiasi ini efeknya stokastik atau efek tunda tidak spontan. Salah satunya adalah penyebab kanker karena (zat radioaktif) terdeposit oleh tubuh,” tutur dia.

Tidak hanya itu, efek lainnya adalah organ di dalam tubuh manusia bisa saja tidak berfungsi kembali. Untuk itu, lanjut Indra, akan ada pemeriksaan kesehatan warga yang biasa beraktivitas di lokasi tempat ditemukannya zat radioaktif tersebut.

“Untuk kepentingan warga, kami lakukan pendataan ke warga di lokasi terdekat akan dilakukan pemeriksaan tubuh apakah ada kontaminasi dari Cs 137 ini,” kata dia.

Untuk diketahui, kemunculan radiasi dari zat radioaktif berawal dari uji fungsi Bapeten dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong, pada 30 dan 31 Januari 2020.

Secara umum, nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar). Namun, pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J.

 

Penulis : Asriana
Sumber : Berbagai Sumber

Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co