Connect with us

Bontang

Astuti Pertanyakan Serapan Anggaran Dinas PUPRK Bontang Masih Kecil

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Astuti mempertanyakan serapan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang masih sangat kecil.

Diketahui anggarannya yang digelontorkan Rp 29 miliar, sementara yang baru terealisasi hanya Rp 1,8 miliar saja.

“Ini sudah bulan Agustus, sayang sekali kalau itu tidak terserap,” ujarnya saat rapat bersama Dinas PUPRK dan Bapelitbang Bontang beberapa waktu lalu.

Ia pun menyarankan agar, anggaran tersebut lebih banyak dialokasikan untuk perbaikan jalan di Bontang Lestari, mulai dari Jalan Soekarno-Hatta, M. Roem dan Urip Soemarjo. Pasalnya, jalan tersebut kerap mengalami kerusakan parah.

“Kalau untuk jalan yang ada di kota, itu sudah ada anggaran dari balai jalan,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga PUPRK Kota Bontang, Anwar Nurdin, pihaknya pun ingin segera merealisasikan anggaran tersebut. Hanya saja, ada beberapa hambatan. Saat pihaknya ingin menarik anggaran tidak bisa, bahkan di triwulan bulan Januari-Maret tidak ada alokasi dana yang bisa dicairkan untuk penyerapan anggaran pada saat pelaksanaan fisik.

“Karena managemen kas kami hanya 10 persen alokasi. 10 persen itu habis hanya untuk bayar rutin. Gaji TKD dan PNS,” terangnya.

Hal serupa juga terjadi di termin kedua, sehingga dalam dokumen lelang PUPRK disyaratkan tidak menggunakan uang muka. Pembayarannya juga tidak dilakukan setiap bulan, tapi pertermin, 50 dan 100.

Advertisement

“Seandainya ada uang muka mungkin penyerapan kami paling besar,” ungkapnya.

Kendati demikian pihaknya masih optimis. Anggaran Rp 29 miliar akan terealisasi, karena semua kegiatan sudah berkontrak kecuali jalan Sidrap-Guntung.

“Insyaallah kami upayakan Rp 29 miliar itu akan terealisasi,” ujarnya.

Penulis : Maimunah Afiah

2022 © Bekesah.co