Connect with us

Bontang

Antisipasi Kelangkaan, RSUD Bontang Bikin Hand Sanitizer

Published

on

BEKESAH.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang alami kelangkaan hand sanitizer.

Keadaan diperburuk karena hand sanitizer juga sulit didapatkan di apotek hingga produsen. Mengatasi ini, pihak rumah sakit memilih membuat cairan yang selama sebulan terakhir paling diburu publik.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Taman Husada Kota Bontang drg. Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, produksi hand sanitizer ini dilakukan ahli farmasi dari rumah sakit.

“Rumah Sakit itu berinisiatif dengan ilmu yang ada, bukan sembarangan. Kami punya apoteker, keilmuan tentang hal itu pasti sudah ada,” terang drg. Toetoek, Rabu (18/03/2020).

Wakil Direktur RSUD Taman Husada Bontang drg. Toetoek Pribadi dan Kepala Farmasi Fitri Handayani. (Maimunah/ bekesah.co)

Kepala Farmasi RSUD Taman Husada Kota Bontang, Fitri Handayani menjelaskan hand sanitizer dibuat berdasarkan sejumlah penelitian dan pengalaman terkait efektivitas menangkal virus corona.

Kadar alkohol dianjurkan 75-80 persen untuk dapat bekerja efektif mematikan bakteri.

“Standar dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) itu 80 persen. Jadi kita meramu agar bahan yang kita gunakan ibisa mencapai standar itu,” jelas Fitri.

Ketersediaan bahan baku karena sulit didapatkan mengharuskan pihaknya memanfaatkan bahan-bahan substitusi yang tersedia. Kemudian diformulasikan namun tetap memenuhi kadar standar yang disarankan.

Alkohol dikombinasikan dengan etil alkohol atau etanol agar kadar 75-80 persen dicapai.

Advertisement

“Hasil akhirnya nanti 75-80 persen dan bahan representatif itu H2O2,” papar Fitri.

Untuk menjaga daya anti infeksi pada cairan antiseptic ini, ditambahkan bahan preservatif seperti pelembab dan aloe vera Tujuannya untuk menjaga efektivitas dan daya tahan produk.

“Karena digunakan dalam jangka waktu yang lama, 1-3 bulan. Jadi perlu penambahan preservatif, supaya tidak kenak spora, bakteri. Jadi nanti hand sanitizer-nya kita jaga, artinya kita tunggu dulu satu hari sampai bisa dirilis supaya antiseptiknya bisa efektif,” jelas Fitri.

RSUD Bontang membutuhkan paling tidak 50 liter cairan dalam seminggu penggunaan.

Area pemasangan handsanitizer tersebar di 300 titik, dengan kapasitas wadah 500 ml. Akan tetapi, karena persediaan terbatas maka hanya diisi sebanyak 200 ml.

“Di RS ada 300 titik, untuk penentuan pemasangan handsinitize itu wewenang dari Pengendalian Infeksi (PI) dan karena kita cuma punya 50 liter per minggu, jadi terpaksa tidak semua terpenuhi, artinya yang seharusnya 500 ml kita isi cuman 200 ml,” jelas Fitri. (*)

Penulis: Maimunah Afiah

Advertisement
Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co