Trending

Warga di Lok Tunggul Dapat Layanan Pasang Gigi Palsu Gratis

BEKESAH.co, BONTANG – Puskesmas Bontang Lestari bekerjasama dengan tim Fakultas Kedokteran Prodi Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman menggelar Penyuluhan Kesehatan, dan Pemeriksaan Gigi dan Mulut, Jumat (22/7/2022) di Lok Tunggul, Bontang Lestari.

Kepala Puskesmas Bontang Lestari, drg Faradina mengatakan kegiatan ini menyasar tiga rukun tetangga (RT) di kawasan Lok Tunggul. Di antaranya RT 13, 14, dan 15. Konsep kegiatan ini antara lain, seminar peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir, dan pemasangan gigi palsu gratis.

“Kegiatan diselenggarakan selama dua hari. Jumat dan Sabtu. Kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan inovasi Puskesmas Bontang Lestari “Peri Gigi Luna” yang berkolaborasi dengan Kedokteran Gigi Unmul,” katanya.

Baca juga:  Beredar Video Insiden Ledakan di Pabrik 5 Pupuk Kaltim

Dia menjelaskan, di hari pertama, materi difokuskan bagi warga usia dewasa tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan di hari kedua, sasarannya adalah anak-anak usia pra sekolah dan sekolah.

“Ada aksi sikat gigi massal buat anak-anak,” terangnya.

KOLABORASI : Foto bersama tim Puskesmas Bontang Lestari, dan tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman, Fakultas Kedokteran, Prodi Kedokteran Gigi usai menggelar penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gigi dan mulut di Teluk Kadere, Bontang Lestari, Sabtu (23/7/2022).

Dia berharap, kerjasama dengan civitas akademika Unmul terus berjalan. Apalagi dengan pemasangan gigi tiruan bagi warga yang kurang mampu ini sangat membantu warga sekitar yang terkendala biaya.

Sementara, Ketua tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Prodi Kedokteran Gigi, drg Imran Arsal, mengungkapkan pihaknya sangat antusias dengan kegiatan penyuluhan ini.

Pasalnya, selama Pandemi Covid-19 dia bersama tim pengabdian terbatas memberikan pelayanan.

“Nah dengan adanya kegiatan ini, kami bisa berbagi ilmu langsung ke warga,” katanya.

Dia mengatatan, peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan gigi menjadi konsen dirinya bersama tim. Dalam beberapa kasus, kata dia sebagian masyarakat banyak yang mengambil jalan pintas jika terserang sakit gigi.

Karena edukasi yang kurang, warga memilih untuk memeriksakan giginya ke tukang gigi ketimbang ke dokter gigi. “Padahal, efeknya bisa panjang. Salah satunya biaa membuat bau mulut berkepanjangan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, di hari kedua untuk anak-anak selain aksi sikat gigi massal dan pengenalan tentang pencegahan gigi berlubang. Anak-anak juga dibekali rapot, yang nantinya akan selalu dipantau oleh guru mereka tentang seberapa rajin murid-murid menyikat giginya.

“Kami kasi rapot nanti akan kita evaluasi selama satu bulan kedepan saat kami kesini,” katanya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, sebanyak 14 orang diturunkan dari tim pengabdian masyarakat Unmul. Di antaranya tiga dokter spesialis, 1 perawat, dan 10 dokter gigi muda.

Penulis : Ahmad Nugraha

Tags

Related Articles

Back to top button
Close