Connect with us

Headline

Teka-teki Kematian Balita Tanpa Kepala di Samarinda Terungkap, Ibu Yusuf: Semoga Anak Kami Bahagia di Surga

Published

on

BEKESAH.co – Penyebab kematian balita tanpa kepala, Yusuf Ahmad Ghazali yang sempat hilang di penitipan anak di Samarinda akhirnya menemui titik terang.

Usai menggelar autopsi mendiang balita Yusuf 18 Februari lalu, tim Forensik Mabes Polri akhirnya mengumumkan hasilnya di Aula Polresta Samarinda, Kamis (27/02/2020) kemarin.

Pada gelaran konferensi pers yang juga dihadiri kedua orang tua almarhum Yusuf, tim Forensik Mabes Polri Kombes Pol Sumy Hastry mengungkapkan tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada jenazah balita malang itu.

“Saya ulangi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan ditemukan tumbuhan ganggang air di beberapa tubuh korban, dan sebab meninggalnya almarhum Yusuf akibat tenggelam,” ungkapnya.

Polwan ahli forensik pertama di Asia itu menerangkan, lepasnya kepala korban dikarenakan pembusukan alami selama 16 hari.

Pihaknya telah memeriksa secara menyeluruh, dari tulang, leher, tulang dada, tulang iga kanan dan kiri, tulang belikat, panggul, dua tulang paha dan dua tungkai tulang bawah.

“Hasilnya, semua utuh, tidak ada kekerasa. Karena almarhum masih kecil, terendam di air pun terlalu lama. Jadi tulang leher mudah lepas,” terang Hastry.

Disisi lain, ayah korban, Bambang Sulistyo mengaku ia dan istrinya Meliasari menerima hasil autopsi penyebab putranya tersebut. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepolisian yang sudah maksimal mengusut kasus kematian anaknya, Yusuf.

Advertisement

“Kami menerima hasil autopsi dengan ikhlas dan berharap proses selanjutnya berjalan lancar,” ujar Bambang.

Sementara Milasari tampak berkaca-kaca selama proses pengungkapan hasil autopsi berlangsung. Ia memeluk Kombes Pol Hastry.

“Semoga anak kami (Yusuf, red) bahagia di surga,” harap Meliasari.

 

Penulis : Asriana

2022 © Bekesah.co