Connect with us

Bontang

Si Jelita Ajarin Kita Pinter Olah Sampah

Published

on

BEKESAH.co – Sekitar delapan juta metrik ton mengalir ke lautan setiap tahun. Jika ini berlanjut, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut puluhan tahun mendatang. Seharusnya, persoalan ini lebih direnungkan warga Kota Bontang karena hampir 70 persen wilayahnya merupakan perairan.

Upaya mengurangi ancaman ini kemudian dihadikan. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bontang mengenalkan “JELITA” alias Jemput, Beli dan Tabung Anorganik.  Jelita bermaksud meningkatkan kesadaran masyrakat dalam pengelolaan sampah.

Diluncurkan Desember 2019 lalu, masyarakat diajak untuk memilah sampah organik (dapat didaur ulang) dan anorganik (sampah tidak bisa didaur ulang).

Kepala Bidang kebersihan dan Pemanfaatan Sampah DKP Bontang, Taupan Kurnia menerangkan pihaknya telah menentukan sasaran jangka pendek maupun panjang dalam program ini.

“Yang pertama berharap masyarakat termotivasi untuk memilah sampah organik dan anorganik. Kedua, kita mencoba untuk menghidupkan kembali bank sampah,” ujar Taupan, Rabu (12/2/2020).

Masyarakat terus diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga. Sampah organik dapat dibuang sesuai tempatnya, sementara anorganik dapat ditabung di bank sampah.

“Tentu kita bisa lebih tahu data plastik kita segini, tapi belum semua masyaarakat kita melakukan pemilahan,” terang Taupan.

Bank Sampah ini diperuntukkan agar nantinya lebih memudahkan pengelolaan dan pemilahan sampah dari rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Advertisement

“Kita mau mendorong masyarakat untuk memilah sampah, itu semacam perangsang untuk mereka bisa memilah. Harapannya dari rumah tangga itu sudah bijak memilah sampah organik dan anorganik,” jelasnya.

Diketahui, Kota Bontang memproduksi 10 juta ton sampah setiap hari. Jumlah yang setara dengan 5 unit truk ditumpuk itu nyaris seluruhnya dipenuhi sampah plastik. Sampah yang butuh 450 tahun untuk terurai. (*)

2022 © Bekesah.co