Connect with us

Bontang

Senja Ujung Island di Tanjung Laut Gak Jadi Ditutup?

Published

on

BEKESAH.co – Kabar akan ditutupnya akses menuju timbunan daratan di pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, menimbulkan polemik bagi warga sekitar.

Diawali dari rencana penutupan yang dilontarkan pejabat setempat usai bertemu pemilik dan pengelola lahan pelabuhan. Ditambah adanya ancaman buaya sehingga perlu dipertimbangkan.

Merebaknya wacana penutupan akses ini membuat otoritas setempat angkat bicara. Pertemuan pun digelar Kelurahan Tanjung Laut Indah bersama Ikatan Pemuda Tanjung Laut Indah (IPTLI), ibu-ibu PKK Tanjung Laut Indah dan warga RT 14 Kelurahan TLI, Minggu (16/2/2020).

Hadir pula aparat Koramil 01/Lkt Kodim 0908/Bontang dan pedagang yang kini berjualan di lokasi tersebut.

Ketua IPTLI Parisal mengatakan pihaknya keberatan jika pesisir yang kini disebut Senja Ujung Island itu ditutup begitu saja. Keberadaan salahsatu spot wisata baru kota itu seharusnya dapat dibenahi.

“Karena lokasi itu sudah menjadi salahsatu keunggulan Tanjung Laut Indah. Sudah banyak pedagang juga sehingga bisa menghasilkan tambahan bagi warga sekitar,” kata Parisal usai pertemuan berakhir.

Ia menggambarkan hasil pertemuan di mana setiap pihak yang hadir sepakat lokasi itu tetap dibuka. Namun dengan sejumlah langkah pembenahan. Mulai dari pemasangan papan informasi, plank peringatan waspada binatang buas maupun perhatian aspek keselamatan.

“Kami juga berencana memasang tempat sampah dan penataan lapak pedagang. Setiap hari rata-rata pengunjung 50 orang, bahkan bisa sampai 100 kalau akhir pekan,” sebut Parisal.

Advertisement

Pertemuan antar warga dan aparat yang difasilitasi Kelurahan TLI (Foto kiri/IPTLI). Seorang pengunjung di kawasan Senja Ujung Island. (Foto: @vnyelln)

Pengurus Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) Cabang Bontang ini mengatakan IPLTI menyatakan siap melakukan pembenahan bersama dengan pihak otoritas setempat.

Ditambahkan Ketua Karang Taruna Kelurahan Tanjung Laut Indah Sarju, akses ke Senja Ujung Island disepakati hanya sampai jam 19.00 wita.

“Untuk plank peringatan kami sudah ajukan ke kelurahan dan RT. Tapi kalau memang belum ada dana, bisa juga swadaya masyarakat atau pedagang di sana,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Sarju, tercatat sudah delapan lapak pedagang dan beberapa rombong penjaja cemilan. “Jika ditutup, sangat disayangkan. Ini malah perlu diperhatikan pemerintah karena menunjukkan minimnya tempat wisata di Bontang,” tegasnya.

Babinsa Koramil 01/Lkt Serma Adi Miliansyah juga menyatakan kesiapan membantu menjaga kondusifitas lokasi dari aktivitas kenakalan remaja misalnya. “Akan ada agenda rutin dari Koramil mengajak pemuda dan warga kelurahan untuk patroli,” ungkapnya.

Senja Ujung Island kian ramai beberapa bulan terakhir karena menyajikan panorama laut lepas lengkap dengan hamparan bakau di kejauhan. Panjang pesisirnya sekitar 200 meter. Daya tarik ini membuat daratan yang dahulu dimaksudkan untuk pelabuhan bongkar muat swasta ini dipadati setiap minggu. (*)

Penulis: Asriana

2022 © Bekesah.co