Connect with us

Mancanegara

Lockdown di India Kacau, Warga Miskin Nekat Mudik Jalan Kaki

Published

on

BEKESAH.co- Perdana Menteri India, Narendra Modi meminta maaf atas kebijakan lockdown guna memerangi virus corona yang menimpa 1,3 miliar rakyatnya.

Pada Selasa waktu setempat (24/3/2020), Negeri “Bollywood” resmi memasuki karantina massal yang berdurasi selama 21 hari. Video yang berseliweran di dunia maya memperlihatkan bagaimana polisi India memukul warga yang masih berkeliaran di tengah karantina.

Namun memasuki hari kelima, ribuan pekerja migran di seantero India mulai mudik karena mereka tidak mempunyai pekerjaan selama lockdown. Dalam pernyataan di radio Mann Ki Baat, Modi mengatakan hanya kebijakan ini yang bisa menyelamatkan mereka dari wabah virus corona.

“Masyarakat pasti berpikir saya PM macam apa. Tapi lockdown hanya solusi satu-satunya,” kata Modi dikutip NDTV Minggu (29/3/2020).

“Saya minta maaf karena cara ini memberi kesulitan bagi hidup Anda, terutama bagi rakyat miskin. Saya mengerti jika kalian marah pada saya,” ujar dia.

Tetapi PM India yang menjabat sejak 2014 itu menerangkan, saat ini dia tidak punya pilihan lain dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya percaya kalian akan memaafkan saya. Saya harus mengambil keputusan serius yang membuat Anda tidak nyaman saat ini,” paparnya.

Menteri Utama Delhi, Arvind Kejriwal menyerukan kepada para pekerja dari daerah pedesaan untuk tidak mudik di tengah lockdown.

Advertisement

Dilansir AFP, gelombang besar eksodus mulai menerpa ibu kota India tersebut, dengan sebagian orang dilaporkan pulang berjalan kaki. Kerumunan orang yang panik itu memakan korban. Sabtu (28/3/2020), seorang pria 38 tahun meninggal karena serangan jantung.

Pria yang tak disebutkan identitasnya itu harus berjalan kaki 200 kilometer dari Delhi menuju kampungnya di Negara Bagian Madhya Pradesh. Lelaki tersebut dilaporkan mengembuskan napas terakhir di jalan raya dekat Agra, kota di Uttar Pradesh, sekitar 80 km dari destinasinya.

“Tetaplah tinggal di mana pun Anda berada. Karena ada risiko Covid-19 menular dalam kerumunan besar,” papar Kejriwal memperingatkan.

Sebelum pengumuman dari Modi yang berefek pada 1,3 miliar, sejumlah pemerintah negara bagian sudah lebih dahulu menerapkan karantina. Pengumuman tersebut tak pelak membuat para pekerja migran itu terancam kelaparan karena tidak mempunyai pemaksukan maupun bahan makanan.

Otoritas negara bagian sebenarnya sudah mempunyai solusi dengan mendirikan dapur umum dan melakukan pendistribusian makanan sebelum eksodus itu terjadi.(*)

 

Sumber: Kompas

2022 © Bekesah.co