Connect with us

Bontang

Antisipasi Sebaran Corona, Kemenag Bontang Imbau Peringatan Isra Miraj Ditunda

Published

on

BEKESAH.co– Upaya membangun benteng pertahanan menghalau penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bontang terus dilakukan. Apalagi, Pemrov Kaltim sepakat menerapkan local lockdown di Bumi Etam.

Pemerintah memutuskan untuk mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak massa di sejumlah instansi di Kota Bontang, termasuk masjid. Teranyar, Wali Kota Bontang mengimbau agar menangguhkan permohonan penggunaan faslitas masjid untuk acara. Padahal, tepat 22 Maret mendatang, umat Islam bakal memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Lantas, apakah peristiwa yang selalu diperingati setiap 27 Rajab kalender Hijriyah ini tetap diselenggarakan di masjid Bontang?

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang, Muhammad Isnaini mengatakan, pemerintah telah mengambil langkah antisipasi penyebaran Covid-19, salah satunya dengan menghentikan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

Imbauan itupun sejalan dengan surat edaran Menteri Agama bernomor surat 069-08/2020 yang dirilis 9 Maret lalu, tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 pada area publik di lingkungan Kemenag.

Pemerintah sejatinya ingin menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad pada 22 Maret mendatang. Namun, demi keselamatan dan kesehatan bersama, lanjutnya, acara tersebut diminta untuk ditunda pelaksanaannya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Bontang, Muhammad Isnaini (Mail/Bekesah.co)

“Sementara kegiatan momen keagamaan seperti Isra Miraj kita imbaukan untuk ditunda. Sedangkan untuk ibadah seperti salat Jumat, tetap diadakan. Tapi kami instruksikan untuk jemaah yang flu, demam, atau sejenisnya, sebaiknya tidak perlu ke masjid dulu,” tuturnya.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi corona di tempat ibadah, Isnaini mengaku sudah menginstruksikan pada seluruh pengurus rumah ibadah melakukan pembersihan secara rutin, sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah.

Selain itu, khusus untuk masjid dan musala diminta tidak menggunakan karpet yang kerap dijadikan sajadah, serta mencuci semua perlengkapan ibadah seperti mukena dan sarung.

Advertisement

“Semua tempat ibadah di Bontang, baik muslim maupun non muslim, kami imbau untuk membersihkan seluruh fasilitas tempat ibadah. Khusus kaum muslim, diimbau untuk membawa perangkat salat sendiri,” sebutnya.(*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co