Connect with us

Bontang

Kata Pengunjung Ketika Ngopi dan Dibubarkan Polisi di Bontang

Published

on

BEKESAH.co – Penertiban pengumpulan massa di tengah darurat wabah Covid-19 di Bontang mulai digalakkan. Seperti yang tampak di salahsatu kedai kopi di bilangan Jalan KS Tubun, Bontang Utara, Selasa (24/03/2020) malam.

Satu unit mobil polisi berhenti tepat di depan kedai kopi saat sejumlah pengunjung tengah bersantai. Satu personil kepolisian turun dari mobil untuk mengusir sejumlah pengunjung kedai, serta meminta pemilik kedai segera menutup kedainya.

Dalam seruan sang petugas, tindakannya berdasarkan edaran pemerintah daerah disusul maklumat Kapolri yang telah dipublis sejak sore di hari yang sama. Berisikan penutupan titik atau tempat yang sering digunakan massa berkumpul seperti kafe, restoran dan tempat hiburan untuk sementara waktu.

“Untuk semua pengunjung agar segara bubar dan pulang ke rumah tanpa ada alasan apa pun.  Kedai agar segara ditutup. Kalau harus buka ya untuk dibungkus, enggak diminum di tempat,” tegas pak polisi.

Pengunjung pun bubar perlahan. Di tempat yang sama, Dwi Kurniawan mengungkapkan dirinya keluar rumah dan singgah di kedai itu bukan keluyuran tapi sedang bekerja. Ia membuat janji bertemu dengan customer untuk mengambil pesanan.

“Kami enggak ngumpul, lagian kami jaga jarak dan membekali diri dengan hand sanitizer. Terus jaraknya juga satu meter dan tidak lebih dari 10 orang. Kalau pun harus ditertibkan, setidaknya harus ditanya dulu. Karena bisa jadi yang ditertibkan itu sebenarnya lagi kerja. Kalau dihambur (dibubarkan), terus kami dapat uang dari mana?” kata Dwi.

Namun dirinya menyatakan sepakat atas kebijakan Pemkot Bontang dan kepolisian terkait penertiban tempat ramai demi menekan laju penyebaran virus corona. Dwi hanya berharap pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat yang terpaksa keluar rumah demi pemenuhan kebutuhan hidupnya.

“Kan enggak semua masyarakat itu bisa diperlakukan sama,” tambahnya.

Advertisement

Ditambahkan pengunjung lain, Ishak, yang mendukung langkah pemerintah daerah untuk membatasi mobilisasi masyarakat terutama untuk mengadakan acara. Ia juga mengaku belum cukup aware dalam situasi saat ini dan memutuskan keluar rumah.

“Iya sepertinya kita memang harus mengerti situasinya. Cuma memang ternyata cukup susah untuk diam di rumah. Itu yang masih banyak dibenak orang-orang, terutama anak-anak muda karena kebiasaan ngumpul,” imbuh Ishak.

Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena mengungkapkan, pihaknya masih banyak menemukan kelompok kaum muda yang menghabiskan waktu di sejumlah tempat tongkrongan. Seperti di warung kopi, warnet game online, dan tempat billiard.

“Masih banyak kami temukan generasi muda yang nongkrong tanpa alasan yang jelas, khususnya di warnet dan tempat Billiard,” kata dia. (*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co