Connect with us

Bontang

Berebut Hati Dipinang Neni, Dasuki Mantap Daftar jadi Bawawali

Published

on

BEKESAH.co –  Bursa bakal calon wakil walikota (Bawawali) Bontang dari Partai Golkar semakin ramai. Teranyar, Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki, mengambil formulir sebagai bawawali di partai berlambang pohon beringin. Dasuki diwakili oleh pendukungnya yang dipimpin oleh Ngadiyo Basuki Rahmat dan Juru Bicaranya, Muhammad Ali Akbar.

“Hari ini, kami mewakili pak Dasuki untuk mengambilkan formulir. Insya Allah upaya ini bagian dari usaha untuk mengabdi kepada masyarakat Bontang, ” kata Ali Akbar.

Baca juga:  10 Alasan Kamu Beruntung Tinggal di Bontang

Pria yang karib disapa Ibob ini mengatakan,  Dasuki saat ini menyandang status sebagai ASN terhitung sejak tahun 1992 silam. Masa jabatannya tersisa tujuh setengah tahun lagi.

Baginya, berbuat lebih baik dan bermanfaat bagi siapa pun adalah hal terpenting.

“Semuanya ada proses. Seperti diketahui di UU saya mundur jadi ASN ketika sudah ditetapkan menjadi kandidat oleh KPU. Jika sudah ditetapkan dan resikonya harus mundur, pak Dasuki siap mundur jadi ASN. Ada keinginan untuk mengabdi di sisa hidup, bisa berguna untuk banyak orang,” pungkasnya.

Pria berkacamata ini memaparkan, alasan mendaftar ke Golkar dan berharap dipinang Walikota petahana adalah sebuah harapan yang tidak asal – asalan. Bagi dia, Neni adalah Walikota yang sukses dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kami ingin menjadi kesuksesan bu Neni di tahun yang akan datang. Kami ingin menjadi orang yang bisa bersama sama menerjemahkan gagasan Bu Neni dalam menjalankan roda pemerintahan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Tim Pilkada DPD II Partai Golkar Bontang, M. Arham memaparkan jadwal dan mekanisme penjaringan yang berlaku di internal partai pohon beringin tersebut. Dimulai sejak 23 – 28 Desember 2019, pukul 09.00 s/d 17.00 Wita dan pengembalian 03 – 10 Januari 2020.

”Kami hanya membuka penjaringan untuk calon wakil selama 1 minggu, begitu juga dengan pengembaliannya, ” jelasnya.

Advertisement

Berbeda dari beberapa partai yang telah membuka penjaringan lebih dulu, Golkar menerapkan sistem lain. Setiap calon yang mendaftar dan mengembalikan formulir wajib melakukan sosialisasi ke Kelurahan se Kota Bontang. Formulasinya minimal 50% + 1 dari jumlah Kelurahan yang ada, atau sekitar 8 Kelurahan.

Selanjutnya selama melakukan roadshow, bacalon wawali akan didampingi LO (Liaison officer) dari Golkar. Tujuannya untuk menilai keseriusan dan elektabilitas bacalon di mata masyarakat.

”Setiap calon (Wawali) harus melakukan sosialisasi ke Kelurahan – Kelurahan. Nanti ada LO dari kami (Golkar) yang mendamping. Kenapa itu harus dilakukan? karena kita mau melihat keseriusan, kesediaan dan turun langsung bertemu masyarakat, ” papar M.Arham yang juga Ketua Harian DPD II Golkar Bontang.

Dari hasil sosialisasi tersebut selanjutnya tim Pilkada DPD II Golkar akan melakukan survei untuk memberi rekomendasi nama – nama bacalon Wawali yang berpeluang mendampingi calon Wali Kota, Neni Moerniaeni.

”Hasilnya nanti akan kami survei kembali dan nama yang terpilih akan kami rekomendasikan ke DPP untuk diumumkan, ” tambahnya.

Sementara, ditambahkan M. Arham, sejauh ini, Golkar telah menjalin komunikasi politik dengan beberapa partai, diantaranya Nasdem, Hanura, PKS dan Gerindra.

”Meski secara perolehan kursi, Golkar aman, tapi kami tetap membuka diri untuk berkoalisi dengan melakukan komunikasi politik ke beberapa partai. Di antaranya Nasdem, Hanura, PKS, Gerindra , ” pungkas Arham.

Selain Dasuki, ada enam tokoh yang berharap dipinan Neni. Antara lain, Joni Muslim, Mulyadi, Ubaya Bengawan, Agus Haris, Kaharuddin Jafar, dan Muhammad Aswar.

Sebelumnya, DPD I Golkar Kaltim telah menetapkan calon tunggal Wali Kota Bontang yang siap bertarung dalam bursa Pilkada 2020. Ia adalah petahana Neni Moerniaeni yang juga sebagai Ketua DPD II Golkar Bontang. (fj)

Advertisement

2022 © Bekesah.co